Ada Bom Waktu Dibawah Samudera Arktik

Jumat, 14 September 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GerbangPatriot-Arktik, yang kita kenal dengan hamparan salju yang begitu luas, saat ini sedang dalam keadaan mengkhawatirkan. Kondisi ini berdasarkan penelitian terbaru yang diterbitkan di Science Advances menemukan bukti adanya sekumpulan air panas di bawah Samudra Arktik yang mungkin menembus ke wilayah kutub dan mengancam es beku di atasnya.

“Kami mendokumentasikan pemanasan laut yang luar biasa di salah satu cekungan utama di Samudra Arktik, cekungan Kanada,” jelas ahli kelautan Mary-Louise Timmerman dari Universitas Yale, seperti dikutip dari kompas.com.

Timmerman dan timnya meninjau kembali data suhu di Cekungan Kanada dari 30 tahun terakhir. Mereka menemukan bahwa selama 1987 hingga 2017, suhu air di bagian yang paling hangat telah meningkat menjadi dua kali lipat selama periode tersebut.

Kondisi ini sebenarnya sudah lama terjadi, hanya saja para ilmuwan mengkhawatirkan pemanasan yang begitu cepat pada bagian hangat di cekungan tersebut.

Menurut para peneliti, air hangat yang berada di bawah telah ‘mengarsipkan’ panas karena pemanasan permukaan air laut Chukchi utara oleh matahari yang kemudian disalurkan ke cekungan Kanada.

Es laut yang berada di laut Chukchi meleleh oleh paparan sinar matahari yang kemudian tertiup oleh Beaufort Gyre, atau angin Arktik yang mendorong ke arah utara. Air panas yang bergerak ke arah Arktik kemudian turun ke bawah lapisan yang lebih dingin di cekungan Kanada. Air hangat yang berada di bawah permukaan inilah yang bisa menimbulkan ancaman.

Dengan jumlah yang ada, para peneliti memperingatkan bahwa kondisi ini bisa menjadi “bom waktu”.

“Panas itu tidak akan hilang. (Panas) akan muncul ke permukaan dan akan berdampak pada es,” ungkap John Toole dari Woods Hole Oceanographic Institution, kepada CBC.

Sampai saat ini, para peneliti berpendapat bahwa belum ada ancaman yang secara langsung dapat berdampak pada es Arktik. Angin kencang yang mencampurkan lapisan air hangat dan dingin pun sampai saat ini belum memberikan dampak langsung.

“Masih harus dilihat bagaimana kelanjutan cairnya es laut akan secara mendasar mengubah struktur kolom air dan dinamika. Di tahun-tahun mendatang, kelebihan panas akan menimbulkan peningkatan panas ke atas dan menciptakan efek gabungan pada sistem dengan memperlambat pertumbuhan es laut musim dingin,” ujar penulis dalam makalah mereka.

Kendati demikian, banyak peninjauan yang diperlukan untuk menghitung seberapa serius situasi ini. Para peneliti tidak dapat menyangkal bahwa kondisi ini adalah awal dari masalah yang jauh lebih besar di masa depan.

“Kami melihat semakin banyak air yang terpapar ketika es laut bergerak di

Berita Terkait

Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”
Myanmar Jadi Negara ke-13 Peserta Asia Mini Football Championship 2027 di Jakarta
Pertemuan G20 FMCBG, Wamenkeu Juda Agung Tekankan Pentingnya Reformasi Pro-Pertumbuhan
Membawa Salam dan Doa Presiden, Mendagri Jenguk Wali Nanggroe di Penang
Kemnaker Paparkan Langkah Konkret Indonesia Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN
UMJ Press dan APPTIMA Wakili Indonesia Dalam International Publishers Congress 2026 di Malaysia
Peluang Emas! Jerman Buka Pintu bagi Tenaga Kerja Indonesia untuk Bekerja dan Menetap
UMY Gencarkan Internasionalisasi melalui Kolaborasi Akademik dan Beasiswa di Laos

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:03 WIB

Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”

Selasa, 22 September 2026 - 20:10 WIB

Myanmar Jadi Negara ke-13 Peserta Asia Mini Football Championship 2027 di Jakarta

Rabu, 2 September 2026 - 15:53 WIB

Pertemuan G20 FMCBG, Wamenkeu Juda Agung Tekankan Pentingnya Reformasi Pro-Pertumbuhan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:52 WIB

Membawa Salam dan Doa Presiden, Mendagri Jenguk Wali Nanggroe di Penang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Kemnaker Paparkan Langkah Konkret Indonesia Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN

Berita Terbaru

Yogyakarta

Lima Lurah PAW Dilantik, Harda Minta Hapus Kubu

Kamis, 8 Okt 2026 - 16:26 WIB