Seorang Guru Menjadi Target penjambrean di kota serang

GERBANGPATRIOT.COM-Seorang guru Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Khairiyah Kalodran, Kota Serang, Ipat Nurul Fatah (37), warga perumahan Taman Banten Lestari (TBL) Blok F 26b, Kelurahan Unyur, Kecamatan/Kota Serang menjadi korban penjambretan pada senen 17 september 2018 sekitar pukul 15.30 WIB.

Ipat menjelaskan, kejadian tersebut terjadi saat dirinya selesai mengajar dan hendak pulang bersama dua orang anaknya Arul (10) dan Davi (5) kerumahnya dengan menggunakan sepeda motor matik beat.

Saat tiba di Parung, Kelurahan Penancangan, kecamatan Cipocok Jaya tak jauh dari tugu selamat datang, ia yang mengemudikan kendaraan dengan pelan dipepet oleh orang tidak dikenal menggunakan kendaraan roda dua jenis Kawasaki Ninja berwarna merah.

Pengendara Ninja yang menggunakan helm dan hanya seorang diri itu kemudian mengambil tas miliknya yang tergantung di cantolan motor dan langsung membawanya kabur ke arah Jalan Syekh Nawawi Albantani.

Ipat mengaku, meskipun tidak terlalu keras. Ia sempat terjatuh dari motornya saat penjambret mengambil tasnya. Beruntung tidak ada luka pada dirinya ataupun kedua anaknya. Atas penjambretan itu, Ipat mengatakan dirinya kehilangan tas yang berisi dompet dan uang sebesar Rp. 300.000, KTP, ATM, SIM, flasdisk sekolah NPWP dan kartu lainnya.

Ipat kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Serang Kota yang langsung mendatangi lokasi (TKP) untuk menggali keterangan saksi. “Saya sempat terjatuh, beruntung tidak terjadi apa-apa dan kedua anak saya pun tidak apa-apa, pelaku langsung kabur ke arah KP3B,” kata Ipat saat ditemui di Mapolres Serang Kota, Senin (17/9/2018) sore.

Kasat reskrim polres Serang Kota, AKP Ricardo Hutasoit mengatakan, saat ini pihaknya masih menggali keterangan dari korban. Menurutnya, jika sudah mendapat petunjuk yang dibutuhkan, pihaknya akan segera mengejar pelaku. “Saat ini kita masih menggali keterangan,” kata Ricardo (har/Net)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *