Kujungi Pemkot Bekasi, BPKAD Kota Malang Sharing Perihal Sakip dan Asset

GERBANGPATRIOT-BPKAD Pemerintah Kota Malang mengunjungi Pemerintah Kota Bekasi dalam rangka sharing terkait Pengelolaan Asset dan SAKIP.

Kunker kali ini, juga oleh ASN Bidang Anggaran, Aset, dan Akuntansi BPKAD Kota Malang

Rombongan BPKAD Kota Malang diterima oleh Sekretaris BPKA Kota Bekasi, Amsyiah beserta jajajaran bertempat di Ruang SIMDA BPKAD Kota Bekasi Senin( 4/3/2019).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Akuntansi BPKAD Pemkot Malang, Dewi Pratiwi Ningrum mengatakan maksud dan pihaknya berkunjung adalah ingin berdikusi terkait perbaikan masalah aset.

“Memang tidak ada habisnya membahas terkait masalah asset,” ujar Dewi Pratiwi.

Dewi Pratiwi menambahkan, kunker yang dilakukan merupakan kunjungan keduakali Pemkot Malang, sebelumnya tahun 2018 pihaknya juga mengunjungi Pemerintah Kota Bekasi dalam rangka sharing yang diwakili oleh bidang akuntansi.

Sementara itu, Sekretaris BPKAD Kota Bekasi  Amsiyah menerangkan, APBD Kota Bekasi mencapai 6 trilyun lebih dengan PAD 3.3 trilyun berasal dari 9 jenis pajak dan merupakan hasil dari perdagangan dan jasa karena Kota Bekasi tidak memiliki Sumber Daya Alam.

Menurutnya, berbatasan dengan DKI membawa keberuntungan karena menarik banyak perhatian dari para investor untuk berinvestasi.

Amsiyah juga menerangkan, untuk permasalahan aset, Kota Bekasi menggunakan SIMDA BMD yang sudah berintegrasi dengan SIMDA keuangan

“Kami sedang terus melakukan upaya pendampingan karena tahun 2018 kemarin aset Kota Bekasi ada sekitar 13 trilyun dan mengalami penyusutan menjadi 10 trilyun,” tuturnya.

“Terkait laporan SAKIP Kota Bekasi baru meraih nilai B karena masih banyak yang harus diperbaiki, kita juga masih meminta pembinaan oleh KemenpanRB dan BPKP dalam pelaporan,” pungkas Amsiyah seraya berharap  tahun ini kota Bekasi dan Kota Malang kembali mendapatkan Wajar Tanpa Pengecualian di tahun 2019.

“Karena WTP selain menjadi bukti baiknya pengelolaan keuangan daerah yang baik juga menjadi penghargaan bagi daerah tersebut,” tutup Amsiyah.

(Hms dro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *