Mendagri: Jingle Pemilu Jadi Perekat Bangsa

Jumat, 12 April 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, jingle Pemilu 2019 “Pemilih Berdaulat Negara Indonesia Kuat harus menjadi perekat bangsa.” Pasalnya, lagu tersebut memuat pesan moral bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki hak pilih untuk menyalurkan hak suaranya yang dijamin konstitusi untuk mewujudkan negara yang kuat.

“Lagu Pemilu (Jingle Pemilu) dari KPU itu harus jadi perekat bangsa, dari pada kita pusing dari hari ke hari melihat dinamika di media sosial, lebih baik kita dengarkan jingle Pemilu sebagai perekat persatuan,” kata Tjahjo dalam acara Talkshow iVote yang diselenggarakan Omah Jaman Now dengan tema “Young Voter, Matter” di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya Tenggilis, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/04/2019).

Tingkat partisipasi masyarakat menjadi kunci kesuksesan Pemilu Serentak 2019. Dengan ajakan memilih melalui jingle Pemilu maupun sosialisasi yang terus dilakukan, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masayrakat. Tjahjo mengatakan, hak pilih yang disalurkan dalam pencoblosan kertas suara akan bernilai sama tanpa memandang usia. Oleh karenanya, seluruh kalangan baik usia muda maupun tua yang memiliki hak suara, bernilai sama dan berharga bagi kemajuan bangsa.

“Kunci suksesnya sebuah Pemilu itu adalah partisipasi masyarakat yang mmpunyai hak pilih tanpa dilihat dari usia muda, menengah atau usia tua, tingkat partispasinya akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas sebuah Pemilihan Umum,” kata Tjahjo.

Menggunakan hak pilih sebagai Warga Negara Indonesia menjadi suatu kehormatan yang tak ternilai. Dengan turut serta menggunakan hal pilih, maka kita turut mempertaruhkan nasib bangsa lima tahun kedepan. Tjahjo mengatakan, menang dan kalah tak menjadi persoalan, asalakan masyarakat turut berpartisipasi yang menjadi kunci kualitas demokrasi.

“Rasanya (WNI yang memiliki hak pilih) punya tanggungjawab, dan ketika disalurkan hak suaranya berarti sudah melaksanakan (tanggungjawab tersebut), soal siapa nanti yang menang dan kalah, tidak menjadi masalah, yang penting menggunakan hak pilih dengan baik,” ungkap Tjahjo.

Dalam kesempatan yang sama, Tjahjo juga meminta masyarakat aktif dalam mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk melakukan pencoblosan kertas suara pada 17 April 2019.

“Ajak lingkungan, keluarga, orangtua, kerabat, saudara, teman, tetangga, ajak ke TPS pada 17 April 2019, jangan golput. Manfaatkan lima tahun sekali ini untuk menggunakan hak pilih,” ajak Tjahjo. [rls]

Berita Terkait

Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan
MagangHub Batch 2 Angkatan II Masuki Tahap Seleksi, Hasil Diumumkan 18 September
Kemendagri Dukung Penguatan Pelindungan Ketenagakerjaan
Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Wamendagri Bima Minta Kepala Daerah Bangun Ekosistem Ekonomi
Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan
Kemendagri Tegaskan Informasi Pendefinisian Ulang OAP Tidak Benar
Kasatgas Tito Minta Stakeholder di Tapanuli Tengah Bersatu Prioritaskan Penanganan Pascabencana
Kasatgas PRR Apresiasi Pemulihan SMP Negeri 1 Tukka melalui Swakelola

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 09:35 WIB

MagangHub Batch 2 Angkatan II Masuki Tahap Seleksi, Hasil Diumumkan 18 September

Jumat, 11 September 2026 - 22:56 WIB

Kemendagri Dukung Penguatan Pelindungan Ketenagakerjaan

Jumat, 11 September 2026 - 22:51 WIB

Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Wamendagri Bima Minta Kepala Daerah Bangun Ekosistem Ekonomi

Jumat, 11 September 2026 - 22:46 WIB

Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan

Jumat, 11 September 2026 - 16:28 WIB

Kemendagri Tegaskan Informasi Pendefinisian Ulang OAP Tidak Benar

Berita Terbaru