Bandar Lampung Masuk Musim Kemarau, BPBD Siagakan 6 Sumur Bor dan Tujuh Mobil Siap Suplai Air Bersih

GERBANGPATRIOT.COM – Bandar Lampung, Saat ini jajaran Pemkot Bandar Lampung merespons cepat dampak awal memasuki musim kemarau.

Pemkot melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah menyiagakan enam sumur bor dan tujuh mobil penyuplai air bersih untuk warga yang mengalami kekeringan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandar Lampung Sutarno mengungkapkan, satu dari enam sumur bor itu berada di Posko Jalan Pierre Tendean, Palapa, Tanjungkarang Pusat.

“Sumber air kami utamakan dari enam sumur bor. Ada di Posko Tendean, kemudian tiga sumur bor yang tersebar di posko kecamatan, serta di Posko Bukopin dan Bumi Waras,” katanya, Jumat (5/7/2019).

Sutarno menjelaskan warga yang kesulitan air bisa menggunakan air dari sumur bor untuk keperluan MCK (mandi, cuci, dan kakus).

“Ini (air dari sumur bor) cukup untuk kebutuhan rumah tangga, seperti mencuci dan mandi,” ujarnya.

Menurut Sutarno, kualitas air dari enam sumur bor itu sama dengan air dari sumur bor milik masyarakat.

Selama ini, ungkap dia, warga juga sudah sering memanfaatkan air dari beberapa sumur bor, seperti di Posko Bukopin dan Pasar Panjang.

Sutarno menambahkan BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum telah mengelola sumur bor di lebih dari 20 titik.

Namun, khusus menghadapi musim kemarau saat ini, pihaknya memastikan enam sumur bor sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan warga yang kekurangan air bersih.

Khusus air bersih untuk memasak dan minum, BPBD Bandar Lampung telah menyiapkan tujuh unit mobil penyuplai kepada warga yang membutuhkan.

“Tujuh armada siap menyuplai bantuan air bersih. Kalau kurang, masih ada mobil pemadam kebakaran yang juga siap menyuplai,” kata Sekretaris BPBD Bandar Lampung M Rizki, Jumat (5/7).

Ia memastikan mobil-mobil penyuplai air bersih siaga 24 jam jika ada permintaan dari warga.

“Dengan catatan, pemberian bantuan air bersih kepada warga harus atas sepengetahuan atau rekomendasi dari RT,” jelas Rizki.

“Jadi, bagi warga yang merasa memerlukan air bersih, silakan menghubungi RT setempat. Nanti RT yang berkoordinasi dengan kami,” sambungnya.

Setiap mobil penyuplai tersebut berkapasitas 5.000 liter air bersih. Dalam teknis pendistribusian, BPBD akan mengerahkan dua unit armada di satu titik permintaan air bersih.

“Kalaupun semua mobil melayani warga pada saat bersamaan, maka kami akan melayani dua sampai tiga kali dalam sehari,” ujar Rizki.

Sejauh ini, BPBD telah mendistribusikan air bersih ke tiga titik. Masing-masing dua titik di Kecamatan Sukabumi dan satu titik di Kecamatan Kedamaian.

“Seperti di Kedamaian, sudah mengajukan surat kepada kami. Dalam seminggu, minta dua kali suplai air bersih. Itu sudah kami lakukan dan sudah berjalan kurang lebih dua minggu. Kemudian di Sukabumi, termasuk di Campang Raya dan Campang Jaya, sudah kami suplai,” terang Rizki.

Pantauan Tribun Lampung, Jumat, warga RT 3 Lingkungan 2, Kelurahan Bumi Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, termasuk yang mengalami kekeringan akibat dampak awal musim kemarau.

“Baru-baru ini air kering,” keluh Ica, seorang warga.

“Buat buang air kecil aja susah banget. Ada yang harus beli air galon buat masak nasi dan sayuran. Dua galon bisa habis sehari buat masak dan lainnya. Satu galon biasanya Rp 4.000,” sambungnya.

Selain membeli, warga yang kesulitan air bersih juga mencari sumber air bersih di tempat lain. Ica mengungkapkan warga biasa mengangkut air bersih dari gudang di dekat lampu lalu lintas.

“Rata-rata ambil di sana, antre,” ujar Ica. “Solusi lainnya, sumur bor. Saya sudah tiga kali coba ngebor, tapi tetap susah. Bahwak sudah sampai kedalaman 20 meter, tapi airnya cokelat,” tuturnya.

Mayang, warga lainnya, membenarkan penggunaan sumur bor tidak terlalu berhasil. Air dari sumur bor muncul relatif sedikit.

“Kasihan ibu-ibu di sini, harus cari air sendiri kalau suami kerja. Air kan paling penting, buat masak, cuci, dan lainnya,” kata Mayang.

Warga pun bersyukur saat ini ada bantuan air bersih dari Pemkot Bandar Lampung melalui BPBD.

Warga di lingkungan setempat telah mengusulkan kepada RT.

Hasilnya, bantuan air bersih datang dua kali sepekan.

Ketua RT 3 Darozi menyebut total 67 kepala keluarga di RT-nya yang kesulitan air bersih. Jumlah tersebut sekitar 70 persen dari total warganya.

“Solusinya cari air bersih di tempat tetangga atau tempat lain seperti di Campang Raya. Kami juga minta bantuan kepada pemkot melalui BPBD untuk bantu mendistribusikan air bersih,” jelasnya.

Selain kekeringan air, dampak lain yang berpotensi muncul dari musim kemarau adalah musibah kebakaran. BPBD Bandar Lampung pun mengimbau masyarakat waspada.

Sekretaris BPBD Bandar Lampung M Rizki menjelaskan kasus kebakaran saat musim kemarau relatif menurun beberapa tahun terakhir.

Terakhir, pihaknya mendapat laporan nyaris terjadi kebakaran akibat pembakaran sampah di Kecamatan Sukabumi.

“Kejadian bakar sampah. Karena angin lumayan kencang, api membesar. Hampir menyambar tembok perumahan warga,” katanya, Jumat (5/7/2019).

Pihaknya mengimbau masyarakat berhati-hati membakar sampah pada musim kemarau.

“Memasuki musim kemarau, jangan bakar sampah sembarangan. Jangan juga membuka lahan dengan cara membakar,” pesan Rizki.

Sumber : tribunnews.com/Mon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *