Soal Rempang, KNPK Indonesia Minta Presiden Perhatikan Risiko Kerentanan Hak Hidup Keluarga

Sabtu, 16 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM – Koalisi Nasional Perlindungan Keluarga Indonesia (KNPK) memberikan maklumat terkait kondisi Rempang saat ini. KNPK menilai pembangunan di sebuah negara sejatinya harus ramah keluarga. Namun sayangnya, kasus di Rempang ini dinilai menciderai hak-hak hidup keluarga sebagai bagian dari negara.

KNPK mengingatkan bahwa keluarga merupakan unit sosial terkecil, institusi pertama dan utama pembangun manusia berkualitas, pembangun masyarakat madani, juga fondasi sekaligus benteng peradaban bangsa;

Kedua, Keluarga merupakan subjek sekaligus objek pembangunan, penentu keberhasilan maupun sebaliknya berkontribusi terhadap kegagalan pembangunan.

Karena KNPK menilai Pembangunan sejatinya ramah keluarga maka dengan demikian, pertama; keluarga hendaknya menjadi basis kebijakan pembangunan dan Pembangunan hendaknya meningkatkan ketahanan, kesejahteraan, dan kualitas keluarga, bukan sebaliknya meningkatkan kerentanan, mendatangkan gangguan bahkan meningkatkan risiko kepada keluarga.

Memperhatikan kasus Rempang, KNPK melihat bahwasanya pertama, berbagai pelaksanaan pembangunan ada yang meningkatkan kerentanan kepada keluarga.

Kedua, pelaksanaan investasi meningkatkan ketimpangan dan menodai keadilan yang sejatinya berlaku bagi seluruh warga Indonesia;

Ketiga, bencana alam dan bencana sosial yang merusak ketahanan dan kualitas keluarga;

Dan banyaknya konflik lahan dan agraria dengan alasan investasi pembangunan yang menggusur hak hidup keluarga, mendatangkan kenelangsaan dan keterpurukan kepada keluarga;

“Berdasarkan hal tersebut, Koalisi Nasional Perlindungan Keluarga Indonesia meminta kepada
Presiden Indonesia beserta jajaran Pemerintah di setiap tingkatannya (Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan/Desa) untuk memperhatikan pembangunan agar tidak mendatangkan kerentanan dan risiko bagi keluarga,” tulis ketua KNPK, Prof. Euis Sunarti dalam maklumat tertulisnya, (16/9/2023).

Kedua, pihaknya meminta pemerintah melindungi keluarga Indonesia, khususnya yang rentan, miskin, dan belum sejahtera serta merencanakan dan mengimplementasikan pembangunan ramah keluarga;

Kepada MPR dan DPR, Pihaknya meminta agar kedua lembaga negara tersebut mendengar dan menerima aspirasi, menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan dan perlindungan keluarga Indonesia, diantaranya dengan melakukan harmonisasi dan atau mengeluarkan Undang-Undang yang tepat;

Juga kepada Pihak Swasta dan Investor pembangunan agar dalam menjalankan usaha dan investasinya memperhatikan hak keluarga (terutama keluarga rentan), membantu meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dengan pemenuhan hal dan kebutuhannya.

“Kepada Lembaga atau Organisasi Masyarakat untuk advokasi memperjuangkan pembangunan yang ramah keluarga serta berjejaring meningkatkan ketahanan keluarga dengan menguatkan pembangunan wilayah dan pekerjaan ramah keluarga,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Mendagri Paparkan Capaian Kinerja Kemendagri hingga September 2026
Wamendagri Ribka Haluk Siap Kawal Pengalihan Tata Kelola PPPK Guru ke Pemerintah Pusat
Mendagri Dukung Forum Reguler Negara Tetangga Perkuat Kerja Sama Perbatasan
Wamendagri Bima Arya Dorong Tata Kelola Pembangunan Daerah Berbasis Iklim
Wamendagri Wiyagus Apresiasi Komitmen Pemkot Magelang Tangani TB
Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Pembentukan Desa Siaga Tuberkulosis di Kebumen
Hadiri ORDIK UM Surabaya, Wamendagri Bima Arya Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Kosmopolitan Berkarakter Kuat
Mendagri Imbau Pemda Berhati-hati Terbitkan Obligasi Daerah

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:12 WIB

Mendagri Paparkan Capaian Kinerja Kemendagri hingga September 2026

Rabu, 16 September 2026 - 16:35 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Siap Kawal Pengalihan Tata Kelola PPPK Guru ke Pemerintah Pusat

Rabu, 16 September 2026 - 15:20 WIB

Mendagri Dukung Forum Reguler Negara Tetangga Perkuat Kerja Sama Perbatasan

Rabu, 16 September 2026 - 15:00 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong Tata Kelola Pembangunan Daerah Berbasis Iklim

Rabu, 16 September 2026 - 13:46 WIB

Wamendagri Wiyagus Apresiasi Komitmen Pemkot Magelang Tangani TB

Berita Terbaru