Kunker ke Maluku, Mendagri Apresiasi Angka Inflasi Terkendali

Kamis, 11 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM – Ambon, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan tren pengendalian inflasi di Provinsi Maluku terus membaik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 2 Januari 2024 capaian inflasi Provinsi Maluku berada di angka 2,81 persen. Angka ini terbilang cukup baik jika dibandingkan dengan beberapa provinsi lainnya seperti Maluku Utara (Malut) sebesar 4,41 persen.

“Jadi intinya relatif di Maluku inflasi relatif stabil, terkendali,” katanya usai Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Kepala Daerah se-Provinsi Maluku di Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Kamis (11/1/2024).

Lebih lanjut, Mendagri menegaskan, khusus untuk wilayah Indonesia Timur, perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) memang memberikan kontribusi terhadap kenaikan angka inflasi. Pasalnya, pada momen tersebut banyak masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Hal ini tentu saja berimbas terhadap naiknya tiket transportasi dan pusat rekreasi.

“Mungkin ini didongkrak kemarin kita tahu bahwa di daerah Indonesia bagian Timur termasuk Maluku banyak saudara-saudara kita yang memperingati Natal, Tahun Baru, banyak pulang kampung, juga itu mempengaruhi harga di bidang transportasi, harga rekreasi, makanan dan minuman,” ujarnya.

Selain itu, pada kesempatan tersebut, Mendagri juga mengajak daerah-daerah dengan kondisi inflasi tinggi agar segera melakukan langkah pengendalian. Mereka juga diarahkan untuk bekerja sama dengan BPS di tingkat kabupaten/kota untuk mencari sumber masalah serta solusinya.

“Saya berikan kesempatan untuk segera mencari penyebab masalahnya, koordinasi dengan Forkopimda, Kapolres, Dandim, Kajari untuk mencari tahu masalahnya, komoditas apa penyumbangnya, kalau bisa selesaikan, selesaikan sendiri, kalau tidak bisa, minta bantuan provinsi,” imbuhnya.

Mengendalikan angka inflasi, lanjut Mendagri, merupakan aspek yang sangat penting bagi sistem perekonomian Indonesia. Sebab, angka inflasi yang terlalu tinggi dapat menggerus daya beli masyarakat di bidang barang dan jasa. Kondisi ini dikhawatirkan membuat kehidupan masyarakat semakin susah.

“Pertama adalah di awal tahun ini kita melakukan evaluasi terhadap inflasi, kenaikan harga barang dan jasa, dan itu merupakan perintah dari Bapak Presiden, sudah setahun lebih kita menjaga supaya inflasi tidak naik, yang membuat rakyat menjadi susah,” pungkasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Mendagri: Kompetisi Antardaerah Jadi Instrumen Wujudkan Indonesia ASRI
Pacu Kinerja Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi
Ketua Harian Dekranas Tekankan Pentingnya Sinergi Lintas Lembaga untuk Perkuat Daya Saing Global Perajin Nusantara
Wamendagri Bima Arya: Pertumbuhan Ekonomi Daerah Tak Hanya Bergantung pada Belanja Pemerintah
Mendagri: Pemerintah Terus Bahas Penataan PPPK Lintas Profesi, Terutama Guru
Mendagri: Penghargaan Jadi Pengingat Pemda untuk Beri Layanan Terbaik
Atasi Persoalan Sampah Menahun, Wamendagri Bima Arya Dorong PSEL Bogor Raya Jadi Percontohan Nasional
Sekjen Kemendagri Ajak DPRD Jatim Perkuat Pengawasan APBD Berbasis Data

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:21 WIB

Mendagri: Kompetisi Antardaerah Jadi Instrumen Wujudkan Indonesia ASRI

Sabtu, 19 September 2026 - 10:17 WIB

Pacu Kinerja Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi

Jumat, 18 September 2026 - 18:34 WIB

Ketua Harian Dekranas Tekankan Pentingnya Sinergi Lintas Lembaga untuk Perkuat Daya Saing Global Perajin Nusantara

Jumat, 18 September 2026 - 15:51 WIB

Wamendagri Bima Arya: Pertumbuhan Ekonomi Daerah Tak Hanya Bergantung pada Belanja Pemerintah

Jumat, 18 September 2026 - 07:58 WIB

Mendagri: Pemerintah Terus Bahas Penataan PPPK Lintas Profesi, Terutama Guru

Berita Terbaru