Kagama 4×4 Jatiluhur Jungle Rush 2024 Resmi Dibuka, Pj Bupati Purwakarta Apresiasi Kegiatan Sosial dan Ekonomi Lokal
GERBANGPATRIOT.COM, Purwakarta – Pada Jumat, 8 November 2024, Kabupaten Purwakarta menjadi tuan rumah bagi acara off-road bergengsi, Kagama 4×4 Jatiluhur Jungle Rush 2024, yang digelar di sekitar kawasan Waduk Jatiluhur. Penjabat (Pj) Bupati Purwakarta, Benni Irwan, secara resmi melepas peserta ajang off-road yang melibatkan puluhan kendaraan 4×4 dalam petualangan menantang di medan alam Jatiluhur.
Acara ini diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama 4×4), bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta II, Indonesia Offroad Federation (IOF) Pengda DKI Jakarta, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta. Selain kompetisi off-road, event ini juga dilengkapi dengan berbagai kegiatan sosial, pameran komunitas otomotif, serta aksi-aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Benni Irwan menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada keluarga besar Kagama 4×4 dan IOF yang memilih Kabupaten Purwakarta sebagai lokasi acara. Ia mengungkapkan, “Kami merasa sangat terhormat dan tersanjung, bapak-ibu memilih Jatiluhur untuk melaksanakan kegiatan ini,” katanya.
Pj Bupati Purwakarta juga menggarisbawahi bahwa acara seperti ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini dianggap sebagai kesempatan untuk mempromosikan produk lokal, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta mendukung keberlanjutan pariwisata lokal. Benni Irwan berharap event seperti ini dapat membawa dampak positif, baik untuk sektor pariwisata maupun UMKM lokal yang terlibat dalam mendukung acara.
Selain menjadi ajang kompetisi bagi penggemar olahraga off-road, Kagama 4×4 Jatiluhur Jungle Rush 2024 juga dilengkapi dengan sejumlah kegiatan sosial yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Salah satunya adalah penyediaan sarana air bersih, yang mencakup pemasangan pipa dan pompa untuk mendukung akses air bersih di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau di sekitar Waduk Jatiluhur.
Tidak hanya itu, para peserta juga melaksanakan layanan kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan dan pengobatan gigi yang dilakukan oleh dokter gigi dari anggota Kagama 4×4. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat sekitar.
Sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial, acara ini juga membagikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan, serta menggelar kegiatan penghijauan berupa penanaman pohon untuk mendukung pelestarian lingkungan. Dengan adanya kegiatan ini, Kagama 4×4 Jatiluhur Jungle Rush 2024 bukan hanya memberikan hiburan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat Purwakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Benni Irwan juga menyebutkan bahwa selain Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta memiliki beberapa kecamatan lain yang memiliki potensi rute off-road yang tak kalah menarik. Salah satunya adalah Kecamatan Sukasari, yang dikenal dengan jalur-jalur off-road yang lebih menantang dan berbahaya, namun menawarkan pemandangan alam yang tak kalah indah. “Rute di Kecamatan Sukasari lebih menantang dan lebih berbahaya, tapi keindahannya juga tidak kalah dengan Jatiluhur,” ujar Benni.
Pj Bupati Purwakarta berharap agar kegiatan Kagama 4×4 Jatiluhur Jungle Rush ini dapat menjadi agenda tahunan di Purwakarta. Ia mengharapkan agar kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian dan pariwisata daerah.
Pada pembukaan acara, tampak hadir sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum PP Kagama Ganjar Pranowo, Ketua Kagama 4×4 Heri Budiarso, Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Imam Santoso, serta jajaran Forkopimda Purwakarta dan sejumlah tamu undangan lainnya. Pembukaan Kagama 4×4 Jatiluhur Jungle Rush 2024 berjalan meriah dengan semangat kebersamaan dan solidaritas antar komunitas otomotif yang hadir.
Dengan berbagai kegiatan sosial dan manfaat ekonomi yang diberikan, Kagama 4×4 Jatiluhur Jungle Rush 2024 diharapkan tidak hanya menjadi ajang adu keterampilan off-road, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat hubungan antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun Purwakarta yang lebih baik.(*)

