Kadis Dindikpora Pastikan SDN Karaton 5 Tidak Ditutup atau Dimerger
GERBANGPATRIOT.COM, Pandeglang – Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang, H. Didin, memastikan bahwa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karaton 5 di Kampung Parung Sentul, Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari tidak akan ditutup atau digabungkan (dimerger), meskipun pada tahun ajaran 2025/2026 jumlah pendaftar siswa baru sangat minim.
Sekolah yang berlokasi hanya sekitar 2.300 meter dari pusat kota tersebut belum menerima satu pun pendaftaran murid baru untuk kelas 1 hingga awal tahun ajaran. Meski demikian, Dindikpora menegaskan bahwa operasional sekolah tetap akan berjalan seperti biasa.
“Saya pastikan SDN Karaton 5 tidak akan ditutup maupun dimerger. Memang saat tahun ajaran 2020/2021, jumlah murid baru hanya lima orang. Isu merger sempat muncul sejak itu, dan hal ini memengaruhi kepercayaan orang tua murid,” ujar H. Didin kepada awak media saat ditemui di kantornya, Rabu (9/7/2025).
H. Didin menjelaskan bahwa isu mengenai rencana penggabungan sekolah tersebut menyebabkan jumlah pendaftar semakin menurun dari tahun ke tahun. Namun, ia menyampaikan bahwa pada kunjungannya pagi tadi, sudah ada tiga murid baru yang mendaftar, dan ia optimistis jumlah tersebut masih bisa bertambah.
“Sekolah ini sempat viral di media sosial karena dianggap terancam tutup. Tapi saya tegaskan sekali lagi, sekolah tetap akan beroperasi seperti biasa,” ujarnya.
Walau jumlah murid masih sangat sedikit, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tetap harus berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
“Kami menghimbau kepada para guru untuk tetap semangat mengajar, meskipun jumlah siswa yang ada masih sedikit,” tambahnya.
Lebih lanjut, H. Didin mengungkapkan bahwa minimnya pendaftar disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama adalah isu merger yang telah lama beredar di masyarakat, dan kedua adalah kondisi bangunan sekolah yang cukup memprihatinkan.
“Sebagian orang tua enggan mendaftarkan anaknya karena melihat kondisi fisik sekolah yang rusak, terutama pada bagian kursi, pintu, dan atap,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, H. Didin menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan perbaikan fasilitas sekolah agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara optimal.
“Kami akan benahi kondisi bangunan sekolah secepatnya. Kami juga berharap seluruh tenaga pendidik tetap semangat demi masa depan anak-anak di lingkungan ini,” pungkasnya.(*)

