Perempuan Jadi Motor Penggerak Koperasi di Pandeglang, Diskoperindag Dorong Penguatan SDM
GERBANGPATRIOT.COM, Pandeglang – Peran perempuan dalam pembangunan ekonomi di Kabupaten Pandeglang semakin nyata. Berdasarkan data Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pandeglang, sekitar 70 persen anggota Koperasi Merah Putih merupakan perempuan. Angka tersebut menunjukkan bahwa kaum perempuan menjadi motor penggerak utama dalam pengembangan koperasi dan usaha mikro di tingkat lokal.
Kepala Diskoperindag Pandeglang, Bun Bun Buntaran, mengatakan keterlibatan perempuan tidak hanya sebatas sebagai anggota, tetapi juga banyak yang telah menduduki posisi strategis dalam kepengurusan koperasi.
“Kami ingin peran perempuan dalam koperasi semakin menonjol. Perempuan memiliki ketelatenan, kepercayaan diri, dan kemampuan mewarnai organisasi koperasi di desanya masing-masing,” ujar Bun Bun usai menghadiri acara Penguatan dan Pengembangan Koperasi Wanita di salah satu hotel di Kabupaten Pandeglang, Rabu (29/10/2025).
Untuk memperkuat peran tersebut, lanjut Bun Bun, pihaknya akan menggandeng sejumlah instansi terkait guna memberikan pelatihan bagi para pengurus Koperasi Merah Putih di tingkat desa maupun kelurahan.
“Pelatihan akan dimulai pada 4 hingga 7 November 2025, dengan tiga angkatan yang dijadwalkan. Saya mewajibkan kaum perempuan untuk ikut serta, karena peningkatan sumber daya manusia ini sangat penting,” tuturnya.
Ia menambahkan, Koperasi Merah Putih merupakan wadah ekonomi kerakyatan yang digagas untuk memperkuat sektor koperasi berbasis gotong royong dan nasionalisme ekonomi.
“Alhamdulillah, saat ini Koperasi Merah Putih di Pandeglang sudah banyak yang beroperasi. Ini menjadi modal penting untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan ke depan,” jelasnya.
Bun Bun menegaskan, pemerintah daerah ingin menjadikan koperasi di Pandeglang sebagai contoh nyata ekonomi gotong royong yang menempatkan perempuan sebagai bagian penting dari perubahan.
“Kami ingin koperasi di Pandeglang menjadi contoh ekonomi gotong royong yang menempatkan perempuan sebagai bagian penting dari perubahan,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu anggota Koperasi Merah Putih, Reni, mengaku mendapatkan banyak manfaat setelah bergabung.
“Kami belajar cara mengembangkan usaha kecil dan mengatur keuangan dengan lebih baik. Sekarang kami lebih percaya diri menjalankan usaha sendiri,” ujarnya.
Tingginya partisipasi perempuan menjadi bukti bahwa pemberdayaan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari peran mereka. Pemerintah daerah pun berkomitmen terus mendukung program koperasi yang inklusif dan berkeadilan.(Denni)

