Bimtek e-RKAM Perkuat Kompetensi Bendahara Madrasah
GERBANGPATRIOT.COM, Serang – Upaya meningkatkan profesionalisme tenaga administrasi madrasah terus dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Serang. Melalui Seksi Pendidikan Madrasah (Penma) dan Forum Kelompok Kerja Tenaga Administrasi (KKTA) Madrasah, Kemenag menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Evaluasi Diri Madrasah (EDM), e-RKAM, dan Penyusunan LPJ Dana BOS bagi madrasah jenjang MI, MTs, dan MA se-Kabupaten Serang Tahun 2025.
Kegiatan bimtek ini dilaksanakan di Hotel Marbella Anyer dalam dua angkatan. Angkatan pertama berlangsung pada 28–30 Oktober 2025, sedangkan angkatan kedua pada 4–6 November 2025. Masing – masing angkatan diikuti oleh 200 peserta yang terdiri dari tenaga administrasi dan bendahara madrasah.
Ketua Forum KKTA Kabupaten Serang, Utun Sahid, selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mendapat respon positif dari peserta.
“Antusiasme peserta luar biasa. Mereka aktif bertanya dan mempraktikkan langsung materi yang diberikan. Ini bukti nyata bahwa kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik di madrasah semakin meningkat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Serang, M. Hanrusman Rinaldi, M.Pd., menuturkan bahwa bimtek ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi bendahara dan tenaga administrasi madrasah dalam mengelola Dana BOS secara profesional dan akuntabel.
“Saya ingin seluruh pengelola keuangan madrasah benar-benar memahami proses penyusunan RKAM melalui aplikasi e-RKAM, agar setiap rupiah dana BOS bisa dikelola secara efektif dan sesuai aturan,” jelas Rinaldi.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pelatihan intensif mulai dari penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM), pengisian data melalui aplikasi e-RKAM, hingga simulasi pembuatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dana BOS.
Rinaldi menambahkan, penyusunan RKAM melalui aplikasi e-RKAM bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola keuangan madrasah yang transparan, tertib, dan profesional.
“Madrasah swasta maupun negeri wajib mengikuti aturan ini agar proses penyaluran dan pencairan Dana BOS berjalan sesuai ketentuan,” tegasnya.
Selama dua hari kegiatan, suasana bimtek berlangsung hangat dan interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, baik teori maupun praktik. Mereka juga saling berbagi pengalaman dalam mengelola administrasi dan keuangan di madrasah masing – masing.
Rinaldi menyampaikan harapan agar para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lingkungan kerja.
“Saya ingin seluruh madrasah di Kabupaten Serang menjadi contoh pengelolaan keuangan yang profesional, transparan, dan akuntabel,” terangnya.
(Yuyi Rohmatunisa)

