KDRT dan Kekerasan Perempuan – Anak di Banten Alami Penurunan
GERBANGPATRIOT.COM, Kota Serang – Kasus kekerasan di Provinsi Banten menunjukkan tren penurunan. Kepala DP3AKKB Banten, Siti Ma’ani Nina menyebut sebagian besar pelaku adalah orang terdekat korban, seperti orang tua, guru, atau keluarga.
“Kasus kekerasan tidak hanya fisik, tapi juga psikis, seksual, eksploitasi, dan penelantaran. Penting bagi korban untuk segera melapor agar kasus dapat ditangani,” ujar Nina kepada wartawan Kamis, (6/11/2025).
Data menunjukkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) turun drastis, dari 282 kasus pada 2024 menjadi 59 kasus hingga Maret 2025. Kekerasan terhadap perempuan dan anak juga menurun dari 1.131 kasus pada 2022 menjadi 619 kasus pada 2023, serta 207 kasus hingga Agustus 2024.
Di beberapa kabupaten, tren serupa tercatat. Kabupaten Tangerang turun dari 192 kasus (2022) menjadi 174 kasus (2023), sedangkan Kabupaten Lebak mengalami penurunan sekitar 90 kasus dibanding tahun sebelumnya.
Nina menekankan, meski tren menurun, kesadaran melapor tetap kunci. Ia juga mencatat pergeseran pelaku, di mana beberapa korban anak kini menjadi pelaku, sehingga penanganan kasus ikut disesuaikan.
“Pelaporan dijamin aman dan kasus ditangani pihak kepolisian dengan pendampingan dari kami,” kata Nina.
( Yuyi Rohmatunisa)

