Junaedi Resmi Dilantik sebagai Anggota DPRD Pandeglang Melalui Mekanisme PAW

GERBANGPATRIOT.COM, Pandeglang — Pada Kamis, 20 November 2025, DPRD Kabupaten Pandeglang melaksanakan Rapat Paripurna Peresmian Pemberhentian dan Pengangkatan Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang untuk sisa masa jabatan 2024–2029.

Agenda rapat paripurna tersebut adalah peresmian pemberhentian dan pengangkatan PAW Anggota DPRD Pandeglang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Acara dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang dan dilanjutkan dengan pembacaan serta pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Pandeglang, Kamis (20/11/2025).

Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, TB. H. Agus Khatibul Umam, menyatakan bahwa peresmian PAW dilakukan setelah terbitnya Surat Keputusan Gubernur Provinsi Banten. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut telah disepakati secara bulat oleh seluruh fraksi.

“Semoga Bapak Junaedi, anggota DPRD Kabupaten Pandeglang yang baru saja dilantik melalui mekanisme PAW, dapat memberikan kontribusi yang baik bagi DPRD dan masyarakat Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.

Agus Khatibul Umam menjelaskan bahwa Rifqi Rafsanjani, anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) daerah pemilihan (Dapil) III, resmi diberhentikan. Sebagai penggantinya, Fraksi PKS menunjuk Junaedi yang sebelumnya merupakan kader DPD PKS Kabupaten Pandeglang.

Junaedi, yang ditemui seusai pelantikan, mengaku tidak menyangka akan menjadi anggota DPRD. Mantan guru SMP itu berharap dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Pandeglang.

“Mudah-mudahan saya bisa menyampaikan aspirasi masyarakat, dan semoga saya dapat melaksanakan tugas serta tanggung jawab yang telah diberikan kepada saya,” singkatnya.

Untuk diketahui, proses PAW ini berawal dari laporan seorang warga berinisial MP yang mengaku menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh salah satu anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi PKS. Dalam unggahannya, korban memperlihatkan tangkapan layar percakapan WhatsApp beserta foto luka-luka yang diduga akibat kekerasan fisik tersebut. (Denni).