Pemkot Bandar Lampung Gandeng Danantara Kembangkan Program Pengolahan Sampah Menjadi Energi

GERBANGPATRIOT.COM, Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mulai menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan Danantara untuk mengembangkan program pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola persampahan serta menghadirkan solusi berkelanjutan di kota tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan salah satu inovasi penting dalam penanganan sampah yang selama ini menjadi tantangan di berbagai wilayah perkotaan.

“Ada program Danantara yaitu waste to energy. Kita bergabung untuk membenahi tata kelola sampah di Kota Bandar Lampung,” ujarnya, Minggu (30/11).

Iwan menjelaskan bahwa proyek tersebut saat ini masih berada dalam tahap perencanaan dan ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026. Dalam kerja sama tersebut, Danantara akan menanggung pembiayaan pembangunan fasilitas pengolahan sampah.

“Program pemerintah untuk menjadikan sampah menjadi energi. Danantara yang akan membiayai ini. Kemungkinan akan menjadi TPA regular, dan dibangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTa) untuk mengolah sampah menjadi energi,” terangnya.

Melalui program ini, fasilitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) direncanakan akan ditingkatkan fungsinya, bukan hanya sebagai lokasi pembuangan, tetapi juga sebagai pusat pengolahan sampah yang menghasilkan energi listrik.

Program waste to energy tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan volume sampah sekaligus menyediakan sumber energi alternatif bagi Kota Bandar Lampung. Pemkot meyakini bahwa penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi energi akan memberi manfaat signifikan, baik dari sisi lingkungan maupun efisiensi pengelolaan kota.

Proyek ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Bandar Lampung dalam mendorong pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.(*)