Para Guru Besar dan Civitas Akademika Diajak Rancang Masa Depan Indonesia Melalui Transmigrasi Baru

Kamis, 11 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, Surabaya – Para Guru Besar dan Civitas Akademika se-Indonesia diajak untuk terlibat dalam merancang masa depan Indonesia melalui Transmigrasi 5.0, sebuah kerangka pembangunan kewilayahan berbasis sains dan teknologi. Ini merupakan langkah strategis memanfaatkan momentum bonus demografi.

Ajakan ini disampaikan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam Kongres V Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI) di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya, Jawa Timur (11/12).

“Saya datang bukan sekadar menjelaskan program, tetapi mengajak kita mendesain masa depan Indonesia dan saya percaya ITS serta para guru besar akan menjadi jantung intelektual dari desain besar itu,” kata Menteri Iftitah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Menteri Iftitah menilai pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia harus dibangun dari daerah dan wilayah perbatasan yang selama ini belum dioptimalkan.

“Pertumbuhan yang tidak hanya menambah PDB secara kosmetik, tetapi menghasilkan pangan, energi, industri, teknologi, dan kapasitas manusia yang nyata. Pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, yang menciptakan lebih banyak lapangan kerja untuk rakyat di sekitarnya. Sehingga, tidak ada lagi pengangguran di bumi tercinta ini,” tutur Mentrans.

Dalam paparannya, Menteri Iftitah meluruskan persepsi lama mengenai transmigrasi. Ia menegaskan transmigrasi hari ini bukan lagi soal perpindahan penduduk, melainkan pembangunan kawasan berbasis produktivitas.

“Transmigrasi merupakan kerangka pembangunan paling lengkap karena bekerja pada tiga fondasi sekaligus: lahan, manusia, dan produktivitas,” ungkap Mentrans.

Konsep Transmigrasi 5.0

Menteri Iftitah menegaskan pembangunan kawasan transmigrasi mengandalkan sains, data, dan teknologi. Konsep Transmigrasi 5.0 mencakup rancangan pemodelan iklim 30 tahun ke depan, analisis geospasial berbasis kecerdasan buatan (AI), pemetaan rantai pasok, hingga desain permukiman berbasis ekosistem pertumbuhan.

“Bayangkan bila setiap kawasan transmigrasi dirancang dengan standar ilmiah. Hasilnya adalah kawasan yang menjadi smart agro-estate, smart fisheries, rural industry hub, dan smart settlement berbasis data,” papar Menteri Iftitah.

Kementerian Transmigrasi saat ini sedang menyiapkan 2–3 kawasan sebagai laboratorium hidup (living lab) untuk uji penerapan teknologi dan riset kampus. Tak hanya itu, program Transmigrasi Patriot dan Beasiswa Patriot disiapkan sebagai mesin talenta untuk menyiapkan pemimpin lapangan masa depan.

Sehingga, Menteri Iftitah mengajak para guru besar termasuk ITS untuk berperan dalam tiga hal utama yakni desain bersama (co-design), proyek percontohan (pilot project), dan pembentukan talent pipeline pembangunan kawasan.

“Pembangunan kawasan baru harus menjadi karya bersama, lingkungan, robotika, industri, kelautan, energi, agrikultur, transportasi, tata kota. Ini bukan proyek satu disiplin, tetapi symphony of sciences,” kata Mentrans.

Menteri Transmigrasi menutup pidatonya dengan menegaskan masa depan Indonesia tidak akan lahir dari kota besar semata, melainkan pertumbuhan baru di daerah.

“Jika Indonesia ingin melompat, lompatan itu tidak akan lahir dari Jakarta atau Surabaya saja. Ia muncul dari desa modern, agro-estate digital, industri perikanan terpadu, energi terbarukan, dan kota-kota teknologi di daerah. Mari kita bangun Indonesia bukan hanya dengan angka, tetapi dengan jiwa. Bukan hanya dengan teknologi, tetapi dengan keberanian membuka frontier baru,” pungkasnya.

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia
📍 Jl. TMP Kalibata No.17, Jakarta Selatan 12750
📞 (021) 7994372
📧 humas@transmigrasi.go.id
🌐 www.transmigrasi.go.id

Berita Terkait

HUT ke-50 Koperasi Kareb, Komitmen Kesejahteraan Anggota dan Karyawan Kembali Ditegaskan
Gelar HUT ke-10 di Tanggul Lapindo, AMPHIBI Jatim Tekankan Kolaborasi Jaga Alam
Menanam Asa di Dua TPQ: Mahasiswa KKN 120 UIN Sunan Kalijaga Tanam 20 Bibit Pohon dan Ajak Santri Kelola Sampah
Berikan Tausiyah Kebangsaan di Ponpes Nurul Cholil, Menko AHY: Cinta Tanah Air Harus Diiringi Perjuangan Hadirkan Kesejahteraan bagi Rakyat
Hadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Pesawaran dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-19 Kabupaten Pesawaran, Gubernur Lampung Ajak Pesawaran Perkuat Kolaborasi dan Tingkatkan Kualitas SDM
Luncurkan GerakAHY an Nasional Langit Biru, Ajak Rakyat Bersihkan Pantai untuk Masa Depan Indonesia
Dosen UIMSYA Raih Research Grant Bank Indonesia 2026 Lewat Kolaborasi Riset Tiga Kampus
Dua Tokoh “Susilo” Bertemu di Hardiknas 2026: Sinergi IKASPS UNNES dan IPLBI, untuk Kemajuan Negeri

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:23 WIB

HUT ke-50 Koperasi Kareb, Komitmen Kesejahteraan Anggota dan Karyawan Kembali Ditegaskan

Selasa, 22 September 2026 - 11:39 WIB

Gelar HUT ke-10 di Tanggul Lapindo, AMPHIBI Jatim Tekankan Kolaborasi Jaga Alam

Selasa, 1 September 2026 - 16:20 WIB

Menanam Asa di Dua TPQ: Mahasiswa KKN 120 UIN Sunan Kalijaga Tanam 20 Bibit Pohon dan Ajak Santri Kelola Sampah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Berikan Tausiyah Kebangsaan di Ponpes Nurul Cholil, Menko AHY: Cinta Tanah Air Harus Diiringi Perjuangan Hadirkan Kesejahteraan bagi Rakyat

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:17 WIB

Hadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Pesawaran dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-19 Kabupaten Pesawaran, Gubernur Lampung Ajak Pesawaran Perkuat Kolaborasi dan Tingkatkan Kualitas SDM

Berita Terbaru

NASIONAL

Wamendagri Wiyagus Dorong Demak Jadi Model Penanganan TBC

Rabu, 14 Okt 2026 - 19:17 WIB