Pemkot Yogyakarta Jadi Daerah Pertama di DIY Terapkan Manajemen Talenta ASN
GERBANGPATRIOT.COM, Jogja – Pemkot Yogyakarta mencatatkan langkah strategis dalam reformasi birokrasi dengan menjadi pemerintah daerah pertama di DIY yang menerapkan sistem manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN).
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan kebijakan ini dijalankan berbasis meritokrasi dan konsistensi sistem.
“Saya bersyukur karena sistem manajemen talenta berbasis meritokrasi sudah diterapkan. Tugas kami tinggal menjaga dan tidak merusaknya,” ujar Hasto usai Penandatanganan Komitmen Bersama di Gedhong Pracimasana Kepatihan, Rabu (7/1/2026).
Hasto menekankan kepala daerah tidak boleh bertindak sewenang-wenang dalam pengisian jabatan.
Menurutnya, seluruh proses harus mengikuti sistem penilaian yang objektif.
“Kepala daerah tidak boleh seenaknya sendiri, harus mengendalikan diri dan mengikuti sistem,” tegasnya.
Ia mencontohkan pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II) yang dilakukan berdasarkan hasil penilaian talenta.
“Kemarin sudah ada dua eselon II yang diangkat, dan Januari ini ada dua lagi. Itu karena skornya sudah mencapai sembilan,” jelas Hasto.
Sejalan dengan itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan manajemen talenta merupakan agenda utama sektor publik.
Ia menilai pengelolaan SDM aparatur harus memiliki visi inklusif dan memandang ASN sebagai modal manusia yang bernilai.
“Manajemen talenta tidak boleh hanya merawat segelintir bintang, tapi membangun ekosistem talenta agar seluruh potensi ASN menemukan momentumnya,” kata Sultan.
Sementara itu, Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan penerapan manajemen talenta nasional terus meningkat signifikan.
“Periode 2016–2024 ada 42 instansi yang berhasil dibina. Namun setahun terakhir, ada 121 kementerian, lembaga, provinsi, dan kabupaten/kota yang kami bina,” ungkapnya.
Zudan menegaskan DIY menjadi rujukan nasional.
“Semua daerah di DIY tahun ini 100 persen menerapkan manajemen talenta. Kalau daerah lain ingin belajar, silakan datang ke DIY. Seeing is believing, sistem yang transparan akan semakin terjaga,” pungkasnya.
(waw)

