Patra Padi Gelar Haul BPH Diponegoro ke-171 di nDalem Tegalrejo Yogyakarta
GERBANGPATRIOT.COM, Jogja – Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi) menggelar Peringatan Haul Bendoro Pangeran Haryo (BPH) Diponegoro ke-171 tahun di nDalem Tegalrejo, Monumen Diponegoro, Yogyakarta, Kamis Kliwon (8/1/2026).
Peringatan ini menandai 171 tahun wafatnya Pangeran Diponegoro pada 8 Januari 1855.
“Haul ini bukan sekadar mengenang, tetapi meneguhkan kembali janji bakti beliau kepada Ibu Pertiwi,” ujar Ketua Panitia Haul, R. Dwi Akseptoro TY, Amd IP, ST.
Menurut Dwi Akseptoro, kegiatan haul juga dimaksudkan untuk mempererat ikatan antartrah, pemangku kepentingan, serta masyarakat luas. Dengan tema
“Merajut Silaturahmi dalam Warisan Perjuangan”, Patra Padi ingin memastikan nilai-nilai perjuangan Diponegoro tetap hidup dan relevan.
“Kami ingin silaturahmi ini menjadi jembatan pewarisan nilai, bukan hanya seremoni tahunan,” katanya.
Rangkaian acara diawali dengan khataman Al Quran, sholawat Nabi, dan tahlil, lalu mencapai puncak pada istighosah serta mauidhoh hasanah.
Doa dipimpin Syeikh Abu Zaki As-Sangafuri Al-Hadhrami dari Malaysia bersama KH Muhammad Nilzam Yahya, M.Ag., dan Ustadz M. Yaser Arafat.
“Doa dan dzikir menjadi energi spiritual untuk meneladani keteguhan Diponegoro,” tutur salah satu tokoh agama yang hadir.
Acara juga dimeriahkan hadroh dan seni angklung dari sejumlah komunitas dan panti asuhan.
Panitia turut mengundang perwakilan
Pemerintah Provinsi DIY, TNI AD, alim ulama, legislator, tokoh masyarakat, santri, hingga masyarakat umum.
Dalam kesempatan itu, Patra Padi juga menegaskan semangat reorganisasi kepengurusan periode 2025–2029.
“Pergantian kepemimpinan ini menegaskan bahwa spirit Diponegoro adalah milik Nusantara,” ujar Saiful Achmad Diponegoro.
Melalui haul ini, Patra Padi berharap lahir “Diponegoro-Diponegoro muda” yang terus berkhidmat bagi bangsa dan negara.
(waw)

