PUSPAGA Kota Bekasi Gelar Talkshow Refleksi Kesehatan Mental Perempuan di Radio Dakta

GERBANGPATRIOT.COM, KOTA BEKASI – Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Bekasi melaksanakan kegiatan talkshow bertema kesehatan mental melalui siaran Radio Dakta.

Talkshow ini mengangkat tema “Kapan Terakhir Kali Kita Sadar dan Mendengarkan Kondisi Diri Sendiri?”, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, terhadap pentingnya refleksi kondisi mental.

Hadir sebagai narasumber, Neliana Puspitasari, M.Psi., Psikolog, dari Divisi Penjangkauan PUSPAGA Kota Bekasi. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa refleksi diri sering kali terlewat, bukan karena seseorang tidak memikirkan dirinya, tetapi karena adanya pengabaian terhadap kondisi mental yang dialami.

Neliana menjelaskan bahwa sebagai perempuan, dengan fitrah sebagai makhluk multitasking dan memiliki peran yang kompleks, penting untuk memahami tanda-tanda ketika diri mulai merasa resah dan gelisah. Menurutnya, masalah bisa datang tanpa diminta, namun setiap individu tetap memiliki pilihan untuk mengendalikan respons terhadapnya, salah satunya dengan menjaga kesehatan mental dan hati agar tetap berdaya.

Dalam talkshow tersebut, disampaikan pula beberapa tanda awal gangguan kesehatan mental yang perlu diwaspadai, antara lain mudah lelah secara fisik dan emosional, perubahan suasana hati, sulit tidur, kehilangan motivasi, serta menarik diri dari lingkungan sosial.

Selain itu, Neliana menuturkan bahwa mengenali penyebab permasalahan menjadi salah satu langkah penting dalam proses menuju kebahagiaan. Beberapa kondisi kesehatan mental yang umum terjadi meliputi kecemasan, stres, depresi, hingga burnout.

Sebagai langkah awal penanganan, masyarakat diajak untuk melakukan berbagai upaya sederhana namun bermakna, seperti mengenali emosi tanpa menghakimi diri sendiri melalui teknik STOP, beristirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, melakukan hobi atau kegiatan menyenangkan, berolahraga untuk meningkatkan hormon serotonin dan dopamin, berbagi peran, bercerita dengan orang terpercaya, serta tidak ragu mendatangi profesional seperti psikolog, konselor, atau psikiater.

Di akhir sesi, Neliana menegaskan bahwa anggapan “perempuan harus selalu kuat dan sabar” adalah sebuah mitos. Mencari pertolongan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kekuatan karena seseorang mampu mengenali kapan dirinya membutuhkan bantuan.

Peran keluarga dan lingkungan juga dinilai sangat penting dalam mendukung kesehatan mental perempuan, agar perempuan dapat menjadi pribadi yang berdaya, mampu mengenali potensi diri, mengelola stres, bekerja secara produktif, serta membangun relasi yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.(Ls)

Sumber : Diskominfostandi