Kementerian Ekraf Jajaki Kerja Sama Screenverse untuk Industri Audiovisual
GERBANGPATRIOT.COM, Jakarta, 19 Januari 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Dyandra Event Solution (DES) untuk membahas peluang kolaborasi pengembangan talenta kreatif melalui Dyandra Academy serta penguatan intellectual property (IP) event peluncuran platform baru Screenverse. Pertemuan ini bagian dari upaya memperluas sinergi antara pemerintah dan pelaku industri ekonomi kreatif.
Dyandra Academy merupakan platform pembelajaran berbasis kolaborasi dengan perguruan tinggi yang berfokus pada bidang kreatif dan penyelenggaraan acara. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung sejak dini agar mahasiswa memiliki kesiapan kompetensi sebelum terjun ke industri. Menteri Ekraf menilai inisiatif tersebut sejalan dengan klaster program Kementerian Ekraf dalam penguatan talenta ekonomi kreatif.
“Program tersebut dapat menjadi acuan kita untuk mengembangkan talenta karena memang Kementerian Ekraf fokus utamanya menjadi akselerator, instead of menjadi orkestrator atau inkubator,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Selain pengembangan sumber daya manusia, DES juga memperkenalkan IP event terbarunya, Screenverse Indonesia, sebuah pameran industri film, televisi, dan konten digital yang bertujuan menghubungkan ekosistem kreatif guna mendorong kolaborasi dan inovasi di sektor audiovisual nasional.
Managing Director DES Rachdian Nashidik menjelaskan bahwa Screenverse dirancang sebagai platform terintegrasi lintas industri layar.
“Screenverse itu pada dasarnya adalah platform baru yang terintegrasi di industri perfilman, OTT, dan lain-lain industri layar secara keseluruhan. Alasannya hadirnya platform ini karena banyak industri yang saat ini bekerja sendiri-sendiri dan belum tergabung dalam satu platform yang sama. Dengan adanya Screenverse ini kami berharap semua industri bisa bekerja bersama dan menghasilkan sesuatu yang lebih besar,” jelasnya.
Ia menambahkan, inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan potensi pengembangan ekonomi, mendorong investasi, membuka lapangan kerja, serta menciptakan pertumbuhan industri yang berkelanjutan melalui konsolidasi ekosistem kreatif nasional. Berdasarkan data yang ditampilkan DES, pertumbuhan pengguna OTT global meningkat signifikan dengan rata-rata kenaikan 250-400 juta pengguna setiap dua tahun. Sementara itu, creator economy di Asia Tenggara tumbuh stabil dan kuat, dengan peningkatan nilai ekonomi 2-4 miliar dolar AS setiap tahun.
Kementerian Ekraf mendorong agar sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri dapat mempercepat lahirnya talenta unggul, memperkuat IP event nasional, serta meningkatkan daya saing subsektor audiovisual Indonesia di pasar global.
Audiensi tersebut turut dihadiri Vice President of Operations DES Defry Rachmatiansjach, GM Commercial DES Samsul Bahri, Manager IP DES Irfan Rifani, serta Senior Project Officer Alvita. Dari pihak Kementerian Ekraf, Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekraf Cecep Rukendi, Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Agus Syarif Hidayat, serta Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala.
Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

