Siaga Bencana, Mahasiswa KKM Tematik Untirta Kelompok 7 Sosialisasi Destana di Desa Ciparahu

GERBANGPATRIOT.COM, Cihara – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Kelompok 7 Tahun 2026 menggelar Sosialisasi Desa Tangguh Bencana (Destana) dengan tema “Penguatan Kesiapsiagaan Warga dalam Menghadapi Risiko Bencana Bersama BPBD Kabupaten Lebak” di Kantor Desa Ciparahu, Jalan Sukahujan Cikadongdong KM 04, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Selasa (13/1/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh warga Desa Ciparahu, para ketua RT, Karang Taruna, perangkat desa, serta tokoh masyarakat. Sosialisasi Destana menjadi program kerja perdana mahasiswa KKM Tematik Untirta Kelompok 7 dalam mendukung peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala Desa Ciparahu, Muhamad Rohman, S.IP. Ia menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi Destana sangat membantu pemerintah desa karena selaras dengan rencana pembentukan program Desa Tangguh Bencana di tahun 2026.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Destana memang menjadi salah satu program yang akan dibentuk pada tahun 2026. Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat bisa lebih waspada dan siap siaga ketika bencana terjadi,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapan warga Desa Ciparahu dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayahnya.

“Kami berharap masyarakat tidak panik dan sudah tahu apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi,” katanya

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video singkat mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi.

Selanjutnya, materi disampaikan oleh Muchamad Sulaemi, S.STP, selaku Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lebak.

Dalam pemaparannya, Muchamad Sulaemi menjelaskan potensi bencana yang dapat terjadi di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak.

Ia juga memaparkan upaya mitigasi bencana yang meliputi mitigasi struktural dan nonstruktural sebagai langkah penting dalam mengurangi risiko bencana.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi kebencanaan yang dipandu oleh tim BPBD Kabupaten Lebak. Simulasi tersebut menggambarkan situasi nyata saat gempa bumi terjadi, mulai dari langkah melindungi diri, penanganan korban, proses evakuasi, hingga menuju titik kumpul yang aman.

Warga terlihat antusias mengikuti simulasi yang diperagakan.
Ketua KKM Tematik Untirta Kelompok 7 Desa Ciparahu, Rihan Azkia menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait potensi bencana serta langkah kesiapsiagaan yang tepat.

“Kami berharap masyarakat memiliki pengetahuan dasar dan kesiapan dalam menghadapi bencana. Mitigasi bencana adalah tanggung jawab bersama antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak terkait,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi bekal bagi masyarakat dalam menghadapi bencana di masa mendatang, pungkasnya. (rel)