Pemerintah kota Yogyakarta Kaji Tiru ke Malang, Siapkan Pengembangan Wisata Medis dan Kebugaran
GERBANGPATRIOT.COM, Malang — Pemerintah Kota Yogyakarta mulai mematangkan rencana pengembangan wisata medis (health tourism) dan wisata kebugaran (wellness tourism). Sebagai langkah awal, Pemkot Yogyakarta bersama sejumlah rumah sakit melakukan kaji tiru ke Kota Malang, Selasa (10/2/2026), untuk mempelajari pengelolaan industri wisata kesehatan yang telah lebih dulu berjalan.
Rombongan kaji tiru dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, didampingi jajaran Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), serta perwakilan rumah sakit, di antaranya RS Bethesda, RS Panti Rapih, dan RS Sadewa.
Hasto Wardoyo mengapresiasi Kota Malang yang dinilai berhasil mengembangkan ekosistem health tourism secara terintegrasi antara layanan kesehatan dan sektor pariwisata. Ia menegaskan Kota Yogyakarta memiliki potensi serupa yang perlu dikelola secara serius dan terarah.
“Kota Yogyakarta harus banyak belajar dari Kota Malang untuk mengembangkan health tourism. Kita punya potensi, tinggal bagaimana mengelolanya dengan baik,” kata Hasto saat kunjungan kaji tiru.
Dalam kunjungan tersebut, kedua daerah saling berbagi pengalaman terkait penguatan layanan unggulan rumah sakit, integrasi layanan kesehatan dengan pariwisata, serta pengembangan program promotif dan preventif berbasis kebugaran. Langkah ini dinilai sejalan dengan kebijakan nasional dalam transformasi layanan kesehatan dan penguatan sektor pariwisata berbasis kesehatan.
Hasto menegaskan pengembangan wisata kesehatan di dalam negeri menjadi perhatian pemerintah, mengingat masih tingginya jumlah warga Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri. Nilai belanja kesehatan ke luar negeri diperkirakan mencapai Rp160 triliun per tahun.
“Ini minimal mencegah supaya pasien kita yang mau ke Singapura atau Malaysia bisa tetap berobat di dalam negeri,” ujarnya.
Ia berharap ke depan medical tourism dan wellness tourism dapat menjadi salah satu unggulan Kota Yogyakarta, sehingga masyarakat tidak perlu mencari layanan kesehatan ke luar negeri.
Kegiatan kaji tiru tersebut ditutup dengan hospital tour serta kunjungan ke lokasi wellness tourism di Kanana Resort. Pemkot Yogyakarta berharap hasil kaji tiru ini dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan wisata kesehatan di Kota Yogyakarta.
Sementara itu, Kepala Seksi Promosi Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Arumi Wulansari, menyampaikan bahwa pengembangan wisata medis dan kebugaran saat ini masih dalam tahap persiapan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin sinergi lintas sektor.
“Kaji tiru ini bertujuan untuk belajar pengembangan health tourism. Ke depan Pemkot Yogyakarta akan bersinergi dengan seluruh pihak terkait, termasuk pelaku wisata,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pemkot Yogyakarta diterima oleh Ketua Malang Health Tourism Board Ardantya Syahreza, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang Firmando H. Matondang, Direktur Utama PT Medika Persada Raya, Direktur Persada Hospital Kristiawan Basuki Rahmat, serta perwakilan sejumlah rumah sakit di Kota Malang.
Sebagai informasi, Malang Health Tourism Board telah diresmikan pada (16/4/23) oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno. Lembaga ini menjadi platform pengembangan ekosistem wisata kesehatan di Malang Raya yang mengintegrasikan layanan medis dengan aktivitas kebugaran berbasis alam.
Malang Health Tourism saat ini menaungi sekitar tujuh rumah sakit yang melayani tindakan medis hingga medical check-up, yang dipadukan dengan aktivitas wellness seperti lari, bersepeda, dan yoga di kawasan Batu, Kota Malang, hingga Gunung Bromo. (Aga)

