Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta Dukung Penguatan Pedestrian Malioboro yang Inklusif dan Berkeadilan

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎GERBANGPATRIOT.COM, Jogja – Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan penguatan pedestrian di kawasan Malioboro usai audiensi dengan Dinas Perhubungan DIY, Selasa (24/2/2026).
‎
‎“Kami mendukung penuh pedestrian Malioboro sebagai langkah strategis menegaskan wajah Yogyakarta sebagai kota budaya dan kota wisata,” tegas Nur Oryza Argo.
‎
‎Ia menilai kebijakan tersebut sejalan dengan konsep kota ramah pejalan kaki atau walkable city.
‎
‎“Pedestrian bukan sekadar penataan fisik, tetapi proyek sosial yang membangun kohesi dan identitas kolektif warga,” ujarnya.
‎
‎Menurutnya, ruang kota harus dikembalikan kepada masyarakat agar tercipta keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan.
‎
Dalam audiensi itu, Arus Bawah juga menyampaikan solusi konkret berupa kantong parkir berbasis kampung.
‎
“Kami mengusulkan dua titik strategis di Kampung Pajeksan dan Kampung Jogonegaran, Kemantren Gedongtengen, sebagai penyangga kawasan Malioboro,” katanya.
‎
Ia menambahkan, model ini “tidak hanya menyelesaikan persoalan transportasi, tetapi juga memberdayakan ekonomi warga sekitar.”
‎
Argo menegaskan kebijakan pedestrian tidak boleh mengorbankan kelompok rentan, khususnya pekerja parkir dan UMKM eks Taman Parkir ABA yang kini direlokasi sementara di lahan Cafe Menara.
‎
“Relokasi itu hanya bersifat sementara satu tahun, sehingga Wali Kota harus segera menyiapkan solusi permanen dan berkeadilan,” tandasnya.
‎
Ia mengingatkan agar tidak terjadi konflik sosial maupun ketidakpastian ekonomi bagi warga terdampak.
‎
Sebagai penutup, Arus Bawah menegaskan komitmennya mengawal kebijakan tersebut agar benar-benar berpihak pada rakyat.
‎
“Pedestrianisasi Malioboro adalah langkah maju, tetapi harus inklusif, partisipatif, dan berkeadilan sosial,” ujarnya.
‎
“Kota bukan hanya ruang wisata, melainkan ruang hidup bagi pekerja parkir, pedagang kecil, dan warga kampung,” pungkasnya.
‎

(waw)

Berita Terkait

Prabatar Digelar, Panglima TNI Tekankan Soliditas TNI-Polri Sejak Dini
Lima Lurah PAW Dilantik, Harda Minta Hapus Kubu
WJNC 2026 Genap Satu Dekade, Masuk 10 Top KEN dan Meriahkan Malioboro
Gelaran Nuswantoro Semarakkan Yogyakarta dengan Ragam Budaya Nusantara
Harda Gerakkan PUPKP Sleman Antisipasi Ancaman Banjir Musim Hujan
Aset UMKM Terancam Lelang, Komunitas Desak BRI Buka Solusi Keadilan
Teater Boneka Prancis Memukau Yogyakarta, Angkat Kisah Persahabatan Antarbudaya
Rektor UWM Tantang 176 Wisudawan Kuasai Teknologi dan Berani Berinovasi

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Prabatar Digelar, Panglima TNI Tekankan Soliditas TNI-Polri Sejak Dini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Lima Lurah PAW Dilantik, Harda Minta Hapus Kubu

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:02 WIB

WJNC 2026 Genap Satu Dekade, Masuk 10 Top KEN dan Meriahkan Malioboro

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Harda Gerakkan PUPKP Sleman Antisipasi Ancaman Banjir Musim Hujan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Aset UMKM Terancam Lelang, Komunitas Desak BRI Buka Solusi Keadilan

Berita Terbaru

Yogyakarta

Lima Lurah PAW Dilantik, Harda Minta Hapus Kubu

Kamis, 8 Okt 2026 - 16:26 WIB