Anggota Komisi I DPRD Bekasi: Penyandang Disabilitas Perlu Dibekali Keterampilan untuk Mandiri

GERBANGPATRIOT.COM, Kota Bekasi – Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Muhammad Kamil, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk membentuk lembaga pelatihan keterampilan khusus bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, keberadaan lembaga tersebut penting untuk memberikan akses pendidikan vokasi, pelatihan kerja, serta pendampingan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

“Usulannya adalah agar dibuat lembaga-lembaga pelatihan, sehingga teman-teman disabilitas kita bisa mendapatkan keterampilan untuk menjalani kehidupan mereka,” ujar Kamil, Rabu (4/3/2026).

Kamil menjelaskan, aspirasi tersebut disampaikannya saat kegiatan reses yang digelar di RW 10, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, pada pertengahan Februari 2026.

Menurutnya, akses pelatihan dan pendidikan keterampilan bagi penyandang disabilitas di Kota Bekasi masih sangat terbatas. Saat ini, kata dia, hanya terdapat satu Sekolah Luar Biasa (SLB) yang harus menampung ribuan penyandang disabilitas.

Kondisi tersebut dinilai tidak sebanding dengan regulasi yang mewajibkan perusahaan memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Minimnya keterampilan dan akses pelatihan membuat sebagian perusahaan belum memanfaatkan tenaga kerja dari kelompok disabilitas.

“Karena kurangnya pelatihan, banyak perusahaan yang belum menggunakan tenaga kerja dari kelompok disabilitas,” katanya.

Untuk itu, Kamil mendorong Pemkot Bekasi mulai merancang program pelatihan keterampilan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas. Program tersebut, menurutnya, dapat dimulai dari pelatihan sederhana yang mudah diterapkan sesuai kemampuan peserta.

“Pelatihan seperti berkebun, menjahit, atau keterampilan lain yang sederhana tetapi aplikatif bisa menjadi bekal bagi mereka. Dengan begitu, setelah lulus sekolah mereka memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh penghasilan,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih serius terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas, termasuk dengan membuka ruang pelatihan keterampilan dan menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi mereka.

“Kalau mereka tidak diperhatikan, tentu sangat disayangkan. Apalagi lingkungan kita juga belum sepenuhnya mendukung bagi kaum disabilitas,” pungkas Kamil.(*)