Tinjau Langsung Rumah Warga, Wagub Banten Serahkan Bantuan RTLH di Pandeglang

GERBANGPATRIOT.COM, Kabupaten Pandeglang – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyerahkan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada empat warga dalam rangka Safari Ramadan 1447 H Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten di Kabupaten Pandeglang, Jumat (6/3/2026).

Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp10 juta.

Sebelum menyerahkan bantuan, Dimyati meninjau langsung kondisi rumah yang akan direnovasi sekaligus memastikan rumah tersebut benar-benar dihuni oleh penerima manfaat.

Menurutnya, bantuan RTLH diperuntukkan bagi rumah yang benar-benar ditinggali warga dan membutuhkan perbaikan agar menjadi hunian yang lebih sehat dan layak.
“Rumah yang kita bantu harus benar-benar dihuni, bukan dijadikan gudang. Bantuan ini digunakan untuk memperbaiki rumah agar menjadi tempat tinggal yang sehat dan layak,” ujar Dimyati.

Di RT 03/01 Kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung, bantuan diserahkan kepada Rahman (74). Sementara di Kampung Pasekon, Kelurahan Pandeglang, bantuan diberikan kepada Ati Fadiah (60), Idrus (40), dan Yati (4).

Dimyati mengatakan, program bantuan RTLH merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terlebih di bulan Ramadan yang penuh dengan semangat kepedulian sosial.

“Kita bantu rumah tidak layak huni. Ramadan adalah bulan kepedulian sosial, bulan berbagi. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat,” katanya.

Melihat kondisi rumah semi permanen yang kurang layak huni, Dimyati menegaskan Pemprov Banten akan terus berupaya membantu masyarakat melalui program bantuan renovasi rumah.

Ia juga meminta camat dan lurah setempat untuk ikut mengawasi serta membantu proses administrasi selama pelaksanaan renovasi.
Selain itu, Dimyati mengajak masyarakat sekitar untuk bergotong royong membantu proses perbaikan rumah warga penerima manfaat.

“Peran RT dan masyarakat sangat penting. Gotong royong akan mempercepat proses renovasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dimyati juga sempat memborong dagangan cincau milik Idris Afandi (49) yang berjualan di depan musala saat rombongan meninjau rumah penerima bantuan di Kelurahan Juhut.

“Dibagikan ke masyarakat ya,” pesan Dimyati.
“Siap,” jawab Idris.

Idris kemudian mengemas cincau beserta gula merah cair dalam kantung plastik. Cincau tersebut dijual dengan harga Rp5 ribu per bungkus.
Ia mengaku senang dagangannya diborong oleh Wagub Banten. Dalam sehari, Idris biasanya mampu menjual sekitar 100 bungkus cincau yang merupakan hasil produksinya sendiri. (nrl)

 

Sumber : Adpim