DLH Sleman Perkuat Peran P3S melalui Workshop ToT Pengelolaan Sampah
GERBANGPATRIOT.COM, SLEMAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman tancap gas memperkuat peran Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) melalui Workshop Training of Trainer (ToT) wilayah Sleman Tengah, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan yang digelar di Ruang Kerinci Prima, SR Hotel and Convention ini disebut sebagai langkah strategis untuk “menyeragamkan pendataan dan mempercepat pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” demikian disampaikan panitia.
Workshop yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 15.30 WIB ini menghadirkan tiga narasumber kunci.
Para peserta mendapatkan pembekalan intensif, mulai dari strategi pembentukan kelembagaan, teknik komunikasi lapangan, hingga penguatan sistem digital.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tapi upaya menyatukan gerak di lapangan,” ujar salah satu peserta.
Narasumber pertama, Fitasari Ayu Wardani, S.T., M.P.A., menegaskan target ambisius pemerintah daerah.
Ia menyebut P3S menjadi ujung tombak pembentukan Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) di setiap padukuhan.
“P3S diharapkan mampu mewujudkan KPSM di seluruh padukuhan agar sistem pengelolaan sampah terdata akurat dan dikelola dengan standar yang baik,” tegasnya.
Menurut Fitasari, keberadaan KPSM di level padukuhan menjadi kunci pengendalian sampah dari sumbernya.
“Kalau tiap padukuhan punya KPSM aktif, maka persoalan sampah bisa ditangani dari hulu, bukan hanya di hilir,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Ini tentang membangun sistem yang mandiri dan berkelanjutan di masyarakat.”
Sementara itu, Kharisma Nur Hafizah, S.T., M.Sc. menekankan pentingnya kemampuan komunikasi bagi para petugas.
Ia menyebut P3S harus mampu menjadi penghubung efektif antara pemerintah dan masyarakat.
“P3S tidak hanya mendampingi administrasi, tapi juga harus aktif mengedukasi dan mensosialisasikan pengelolaan sampah yang benar,” katanya.
Ia menegaskan, “Kemandirian lokal hanya bisa tercapai jika masyarakat paham dan mau terlibat.”
Di sisi lain, Andi Triyanto, S.Kom. memperkenalkan sistem digital SIOSESTU sebagai tulang punggung pendataan.
“Melalui SIOSESTU, seluruh aktivitas pengelolaan sampah bisa tercatat real-time dan transparan,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Data ini akan menjadi dasar penting bagi pengambilan kebijakan ke depan.”
DLH Sleman berharap, sepulang dari workshop ini, para P3S membawa “bekal teknis dan semangat baru” untuk menggerakkan masyarakat menuju pengelolaan sampah yang lebih tertata dan mandiri. (andriyani)

