Pengawas PAI Diminta Adaptif Hadapi Dinamika Regulasi
GERBANGPATRIOT.COM, Banten – Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) di Provinsi Banten diminta untuk terus meningkatkan profesionalisme serta responsif terhadap perkembangan regulasi yang dinamis.
Kepala Kemenag Provinsi Banten, Dr. H. Amrullah, M.Si., Dalam arahannya menilai, meskipun berbagai kebijakan sering mengalami perubahan, semangat dan kekompakan pengawas PAI di Banten tetap terjaga. Ia menegaskan kondisi tersebut harus menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan ke depan, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun nasional.
Menurutnya, peran pengawas PAI saat ini semakin kompleks terutama dalam menjawab kebutuhan pengawasan di lembaga pendidikan keagamaan seperti madrasah diniyah taklimiyah dan pesantren salafi. Ia menilai masih diperlukan kejelasan regulasi terkait siapa yang bertanggung jawab dalam pengawasan sektor.
“Pengawas PAI harus mampu membaca kebutuhan di lapangan, termasuk menyusun atau mengusulkan pedoman yang sesuai dengan regulasi yang ada,” katanya saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah dan Halalbihalal 1447 H/2026 di Aula Pusat Informasi Haji, Kamis (9/4/2026).
Amrullah juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap kebijakan terbaru, termasuk peluang penugasan pengawas di lingkungan Kementerian Agama dengan tetap mempertahankan jabatan fungsionalnya. Selain itu, pengawas kini juga dapat diberikan tugas tambahan sebagai ketua tim, baik di tingkat daerah maupun provinsi.
Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai peluang besar dalam pengembangan karier pengawas. Bahkan, jenjang karier pengawas dinilai semakin terbuka luas hingga mencapai tingkat pengawas utama.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Pengawas tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga harus mampu berinovasi dan berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan,” tandasnya.
Di sisi lain, Amrullah mengingatkan adanya sejumlah persoalan yang masih dihadapi pengawas, seperti kendala kenaikan pangkat dan perbedaan batas usia pensiun antara guru dan pengawas. Ia meminta hal tersebut menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari.
Dalam forum tersebut, ia juga menyoroti pentingnya penguatan kompetensi dan kualifikasi pengawas serta guru PAI, seiring meningkatnya program strategis seperti Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang didukung anggaran besar dari pemerintah.
“Pengawas harus menjadi motor penggerak dalam peningkatan kualitas guru PAI, baik dari sisi kompetensi, kualifikasi, maupun pengembangan karier,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan rapat koordinasi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum strategis untuk membahas persoalan krusial, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah konkret dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di Banten.
(Yuyi Rohmatunisa)

