Wamenaker: Pekerja Informal Masih Rentan karena Sulit Akses Jaminan Sosial dan Rumah Layak

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, Bogor — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor menyoroti masih tingginya kerentanan pekerja informal atau pekerja bukan penerima upah (BPU) di Indonesia. Padahal, kelompok ini berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah maupun nasional, tetapi belum sepenuhnya menikmati perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dan akses terhadap rumah layak.

Menurut Afriansyah, persoalan itu tidak bisa dianggap kecil karena menyangkut rasa aman pekerja dan keberlangsungan hidup keluarganya. Ketika perlindungan kerja belum terjangkau dan biaya tempat tinggal masih membebani, pekerja informal menjadi kelompok yang paling mudah terdampak saat menghadapi risiko sosial maupun tekanan ekonomi.

“Pekerja informal memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam memperoleh fasilitas kesejahteraan. Akses terhadap perlindungan jaminan sosial tenaga kerja dan kepemilikan rumah yang layak masih belum optimal. Kondisi ini membuat mereka lebih rentan dibanding pekerja formal,” kata Afriansyah Noor di Kabupaten Bogor, dalam keterangan pers Biro Humas, Kamis (9/4/2026).

Ia menegaskan, negara hadir memberikan kepastian perlindungan bagi pekerja melalui program Jaminan Sosial Nasional. Di antaranya melalui jaminan kecelakaan kerja (JKK), serta jaminan kematian (JKM) bagi ahli waris peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja.

Namun, manfaat program itu dinilai belum dirasakan secara optimal oleh pekerja informal. Salah satu penyebabnya adalah tingkat kepesertaan yang masih relatif rendah. Di lapangan, masih banyak masyarakat yang belum mengenal BPJS Ketenagakerjaan atau masih mengira bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan hanya diperuntukkan bagi pekerja formal dan pekerja di perusahaan.

Selain perlindungan kerja, Afriansyah juga menyoroti akses terhadap rumah layak sebagai persoalan penting dalam kesejahteraan pekerja informal. Menurut dia, akses pembiayaan perumahan masih menjadi tantangan besar, baik karena pendapatan pekerja informal yang tidak tetap maupun karena keterbatasan akses terhadap program pembiayaan perumahan itu sendiri.

Dalam sambutannya, ia mengingatkan adanya program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yaitu bantuan pembiayaan perumahan berupa subsidi bunga KPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui program itu, masyarakat bisa memperoleh bunga KPR tetap sebesar 5 persen selama masa cicilan hingga 20 tahun.

Afriansyah berharap pekerja informal yang belum memiliki rumah dapat memanfaatkan program tersebut. “Kami ingin pekerja informal tidak hanya terlindungi saat bekerja, tetapi juga memiliki akses terhadap rumah layak. Kalau beban biaya kontrak rumah bisa dikurangi, maka kesejahteraan keluarga juga ikut meningkat,” ujarnya.

Karena itu, ia menekankan perlunya penguatan koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan agar program perlindungan sosial ketenagakerjaan dan pembiayaan perumahan benar-benar menjangkau pekerja informal.(*)

Berita Terkait

Komwil III APEKSI Rumuskan Solusi Konkret Hadapi Krisis Global
Gladiator Bogor Arena Vol. 2 Sukses Salurkan Energi Anak Muda, 156 Peserta Deklarasikan Stop Tawuran dan Perangi Narkoba
Solusi Bangun Indonesia Perkuat Pelestarian Lingkungan, 3.000 Pohon Siap Menghijaukan Klapanunggal
CDM Meeting Porprov Jabar XV Digelar di Bogor, Abdul Harris Bobihoe Tegaskan Kesiapan Menuju Ajang Olahraga Terbesar Jawa Barat
Mentrans Iftitah: Kunci Keberhasilan Hilirisasi Ada pada SDM yang Berorientasi Menuntaskan Misi
Brankas Rumah di Sentul Dibongkar, Polri Sita 74 Kilogram Emas dan Mata Uang Asing Bernilai Fantastis
Alumni dan Pelajar STM/SMK se-Kota Bogor, Deklarasikan Gerakan Stop Tawuran dan Tolak Narkoba
Ulama dan Umaro Dalam Satu Majelis Pengajian Haul dan Milad Mama Bakry Sadeng

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:03 WIB

Komwil III APEKSI Rumuskan Solusi Konkret Hadapi Krisis Global

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Gladiator Bogor Arena Vol. 2 Sukses Salurkan Energi Anak Muda, 156 Peserta Deklarasikan Stop Tawuran dan Perangi Narkoba

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:37 WIB

Solusi Bangun Indonesia Perkuat Pelestarian Lingkungan, 3.000 Pohon Siap Menghijaukan Klapanunggal

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:23 WIB

CDM Meeting Porprov Jabar XV Digelar di Bogor, Abdul Harris Bobihoe Tegaskan Kesiapan Menuju Ajang Olahraga Terbesar Jawa Barat

Senin, 27 Juli 2026 - 10:58 WIB

Mentrans Iftitah: Kunci Keberhasilan Hilirisasi Ada pada SDM yang Berorientasi Menuntaskan Misi

Berita Terbaru

Yogyakarta

Kembali Terpilih, GKR Bendara Pimpin DPD PUTRI DIY hingga 2030

Selasa, 29 Sep 2026 - 16:13 WIB