Pelatihan Sawit Asahan Digenjot, Pekebun Siap Naik Kelas Bersama

GERBANGPATRIOT.COM, ‎MEDAN – Pelatihan Budi Daya AngkatanXIV, XV dan XVI resmi dibuka di Medan, mendorong pekebun sawit swadaya Asahan meningkatkan kompetensi dan produktivitas berkelanjutan nasional.

Pembukaan berlangsung meriah di Le Polonia Hotel, Selasa, 7 Juli 2026, ditandai pemukulan gong oleh Muhammad Yusuf Lubis bersama Ir. Hazairin, MM disambut peserta antusias.

Sebanyak 89 pekebun sawit swadaya mengikuti pelatihan dengan semangat tinggi, berharap memperoleh pengetahuan baru untuk memperbaiki hasil kebun mereka secara berkelanjutan.

Suasana pembukaan semakin semarak melalui penampilan Tarian Sekapur Sirih yang menyambut seluruh peserta, tamu undangan, narasumber, serta penyelenggara dengan penuh kehangatan.

Backdrop bertuliskan Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit 2026 menegaskan komitmen pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia perkebunan melalui pelatihan berkelanjutan.

Salah seorang peserta, Sundari, mengaku optimistis setelah mengikuti pelatihan tersebut.

“Selama ini kami budidaya seadanya,” ujarnya penuh harapan kepada peserta lainnya.

“Semoga setelah enam hari pelatihan dan praktik di PTPN IV Adolina, hasil kebun kami jauh lebih baik,” kata Sundari dengan optimistis.

Pelatihan berlangsung selama enam hari, dipadukan praktik lapangan di PTPN IV Regional II Kebun Adolina agar peserta memahami langsung penerapan teknik budi daya sawit modern.

Program tersebut difasilitasi BPDP bersama Direktorat Jenderal Perkebunan melalui LPP Agro Nusantara sebagai upaya meningkatkan daya saing pekebun sawit swadaya Indonesia.

Penyelenggara menegaskan pelatihan dirancang menjawab tantangan produktivitas lahan sawit swadaya yang masih membutuhkan peningkatan melalui penerapan praktik budidaya berstandar nasional.

“LPP Agro Nusantara mendapat mandat memfasilitasi lebih dari seratus kelas pelatihan tahun ini,” ujar penyelenggara menjelaskan cakupan program pengembangan sumber daya manusia.

“Program tersebut menjangkau tujuh provinsi dengan total 3.035 peserta,” tegas penyelenggara, menunjukkan komitmen memperluas peningkatan kapasitas pekebun sawit swadaya nasional.

Muhammad Yusuf Lubis berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin agar ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan secara konsisten di kebun.

Ir. Hazairin menekankan peningkatan keterampilan pekebun menjadi kunci memperkuat produktivitas, kualitas panen, sekaligus kesejahteraan keluarga petani sawit swadaya di berbagai daerah.

Pelatihan dijadwalkan berakhir pada 12 Juli 2026 dengan harapan melahirkan pekebun sawit yang semakin profesional, mandiri, produktif, dan mampu bersaing secara berkelanjutan.

Melalui pelatihan tersebut, pekebun Asahan diharapkan benar-benar naik kelas, meningkatkan produktivitas kebun, serta memperkuat kontribusi sawit nasional bagi perekonomian Indonesia. (waw)