UMY Tutup Rangkaian Konferensi Internasional sebagai Satu Ekosistem Akademik
GERBANGPATRIOT.COM, Yogyakarta – Empat konferensi ilmiah internasional yang digelar serentak oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun ini bukan sekadar rangkaian acara terpisah. Seluruhnya ditegaskan sebagai satu kesatuan ekosistem akademik yang saling menyambung dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.
Tujuan tersebut ditopang dengan capaian 2.765 makalah yang masuk, jumlah tertinggi sepanjang empat tahun penyelenggaraan.
Ini sebagaimana yang disampaikan Wakil Rektor Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY, Dr. Med. dr. Supriyatiningsih, Sp.OG., M.Kes., dalam pidato penutupan rangkaian konferensi, Jumat sore (8/8).
Tahun ini, UMY menggelar The 10th International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI), The 4th International Conference of Community Service (ICCS), The 7th UMY Graduate International Conference (UMYGrace), dan Seminar Nasional Pengabdian Mahasiswa (SIBISA) ke-4.
“Yang kita saksikan lebih dari sekadar rangkaian konferensi. Menurut saya, ini adalah sebuah ekosistem akademik,” ujar dokter yang akrab disapa Upi ini.
Ia menjelaskan, keempat forum tersebut masing-masing merepresentasikan tahap berbeda dari satu proses akademik yang sama.
ICoSI menunjukkan bagaimana inovasi berkelanjutan dieksplorasi lintas disiplin ilmu. Sementara ICCS, memperlihatkan bagaimana pengetahuan akademik bergerak keluar kampus dan menciptakan dampak nyata di masyarakat.
Adapun UMYGrace, menurut Upi, memperkuat kepercayaan diri akademik mahasiswa pascasarjana untuk masuk ke komunitas ilmiah internasional. Sementara itu, SIBISA membuktikan bahwa mahasiswa sudah bisa berkontribusi pada inovasi dan tanggung jawab sosial sejak tahap awal perjalanan akademiknya.
Upi mengaitkan keempat forum ini dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai satu proses yang berkelanjutan. Pendidikan yang memunculkan pertanyaan, penelitian yang mengubah pertanyaan tersebut menjadi pengetahuan dan inovasi, serta pengabdian masyarakat yang memastikan hasilnya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas.
Ekosistem akademik tersebut turut ditopang skala capaian tahun ini. Dari total 2.765 makalah yang masuk ke empat konferensi, panitia menyatakan 2.088 di antaranya lolos seleksi. Ini merupakan jumlah tertinggi yang pernah diterima UMY sepanjang empat tahun penyelenggaraan rangkaian ini.
“Jumlah ini merupakan yang tertinggi yang kami terima selama empat tahun penyelenggaraan rangkaian konferensi ini,” imbuh Upi.
ICoSI menjadi penyumbang makalah terbanyak dengan 1.394 submission, disusul ICCS 735 makalah, SIBISA 417 makalah, dan UMYGrace 219 makalah.
Selain soal jumlah, Upi menegaskan komitmen komite untuk memastikan makalah-makalah terpilih tembus ke jalur publikasi akademik bereputasi, sebagai bagian dari proses penelitian menjadi pengetahuan dan inovasi yang ia sebut sebelumnya.
“Karya-karya yang dipresentasikan di sini memiliki jalur publikasi melalui penerbit dan platform masing-masing. Ini termasuk Springer, IEEE, IOP Publishing, AIP Publishing, BIO Web of Conferences, dan E3S Web of Conferences, serta jurnal-jurnal terakreditasi,” ungkap Upi.
Ia menambahkan, capaian tahun ini turut ditopang oleh keikutsertaan peserta dari puluhan negara lintas benua, memperkuat posisi UMY dalam jejaring akademik internasional. (lsi)
Sumber : Humas Umy

