GERBANGPATRIOT.COM, PANDEGLANG – Aktivitas usaha jagal ayam di wilayah Pandeglang kembali dikeluhkan warga. Selain menimbulkan bau yang mengganggu, limbah usaha tersebut diduga mencemari lingkungan, termasuk sumur bor milik H. Aang yang berada tidak jauh dari lokasi usaha.
Keluhan tersebut disampaikan Supardi dan Ida, serta dibenarkan oleh H. Aang selaku pemilik sumur bor yang mengaku terdampak.
Bau Limbah Ganggu Aktivitas Warga
Supardi mengatakan, limbah dari aktivitas jagal ayam selama ini dibuang ke sejumlah saluran, seperti selokan dan parit. Kondisi tersebut, menurutnya, semakin parah ketika hujan turun.
“Limbahnya itu setiap hujan dibuang ke sini, ke selokan, ke parit. Tapi tetap bau,” ujar Supardi, Kamis (4/9/2026).
Keluhan serupa disampaikan Ida. Ia mengaku bau limbah kerap tercium hingga ke rumahnya dan semakin menyengat ketika hujan.
“Iya Pak, baunya sampai ke rumah. Apalagi kalau hujan, baunya menyengat sekali. Anak-anak juga jadi tidak betah di rumah,” kata Ida.
H. Aang: Limbah dari Septic Tank Meluap Saat Hujan
H. Aang, pemilik sumur bor yang berada paling dekat dengan lokasi usaha, membenarkan keluhan warga. Menurutnya, saat ini limbah tidak lagi diangkut menggunakan mobil, tetapi ditampung di septic tank yang dibuat oleh pihak jagal ayam.
“Sekarang tidak diangkut pakai mobil, tapi mereka membuat septic tank,” ujar H. Aang.
Namun, ia mengatakan persoalan muncul ketika hujan turun. Air dari septic tank disebut meluap dan mengalir ke selokan sehingga menimbulkan bau yang menyebar ke lingkungan sekitar.
“Kalau hujan, air limbah septic tank meluap dan mengalir ke selokan. Bau airnya menyebar ke mana-mana,” lanjutnya.
H. Aang juga menyatakan bahwa sumur bor miliknya telah tercemar akibat kondisi tersebut.
“Betul, sumur bor kami tercemar,” ujarnya.
Ia menambahkan, bangunan kontrakan dan ruko miliknya telah berdiri sebelum usaha jagal ayam tersebut beroperasi.
“Saya membangun kontrakan dan ruko sebelum usaha jagal ayam itu ada,” katanya.
Pihak Jagal Ayam Belum Berikan Keterangan
Saat awak media mendatangi lokasi untuk meminta keterangan dari pihak pengelola usaha, awak media bertemu dengan Aji, salah seorang karyawan yang bertugas melakukan pemotongan dan pembersihan ayam.
Aji meminta awak media untuk kembali ke lokasi pada hari berikutnya karena pemilik usaha disebut baru dapat ditemui pada pagi hari.
“Untuk lebih jelas, Bapak datang lagi saja besok, Pak. Soalnya pemilik atau bos kami datangnya pagi,” ungkap Aji.
Warga Minta Pengawasan dan Penanganan
Supardi mengatakan warga sebelumnya telah menyampaikan keberatan terkait aktivitas dan dampak limbah usaha tersebut. Menurutnya, pihak terkait juga pernah datang untuk menindaklanjuti keluhan warga.
Meski saat ini limbah disebut tidak lagi dibuang secara langsung ke selokan, warga tetap mengkhawatirkan potensi pencemaran karena septic tank dapat meluap ketika hujan deras.
Warga berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera melakukan pemeriksaan serta pengawasan terhadap pengelolaan limbah usaha tersebut.
Mereka juga meminta adanya langkah konkret untuk memastikan aktivitas usaha tidak menimbulkan pencemaran lingkungan maupun mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemilik usaha jagal ayam belum memberikan keterangan langsung terkait keluhan warga dan dugaan pencemaran tersebut.(denni)















