Kali Code Diuji Jadi Wisata, Keamanan Lingkungan Kini Dipertaruhkan

Jumat, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, ‎JOGJA – Kali Code mulai diuji sebagai jalur wisata sungai, namun keamanan, kelestarian lingkungan, dan kesiapan pengelola menjadi pertaruhan utama pengembangannya di Kota Yogyakarta kini.
‎
Uji coba susur sungai menggunakan perahu karet berlangsung pada 11 September 2026, menjadi langkah awal penjajakan wisata sungai di Kota Yogyakarta secara resmi.
‎
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo turut menjajal langsung susur Kali Code dalam kegiatan tersebut, yang masih berstatus uji coba dan pematangan di lapangan.
‎
Uji coba tersebut dilakukan untuk melihat potensi Kali Code sebagai aktivitas wisata yang aman, menarik, sekaligus ramah lingkungan bagi warga sekitar dan wisatawan.
‎
Meski menjanjikan pengalaman berbeda, jalur susur sungai belum dinyatakan layak untuk menjadi destinasi wisata resmi Kota Yogyakarta pada tahap sekarang ini untuk sementara.
‎
Kelayakan jalur, aspek keamanan, serta kesiapan pengelola masih harus dipastikan sebelum konsep wisata Kali Code dikembangkan lebih lanjut secara menyeluruh oleh pihak terkait.
‎
Penataan sungai juga terus dikebut, termasuk pengerukan dan pembersihan aliran dengan dukungan BBWSO dari kawasan utara menuju selatan agar lebih baik secara bertahap.
‎
Pembenahan aliran diharapkan membuat kondisi Kali Code semakin baik, sehingga gagasan wisata dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan secara nyata dan tertib bersama.
‎
Namun, perjuangan menjaga Kali Code bukan gagasan baru karena masyarakat telah bergerak sejak sekitar tahun 2000 melalui komunitas dan warga secara konsisten hingga kini.
‎
Gerakan Cinta Code sejak awal mendorong perubahan cara pandang terhadap sungai yang sebelumnya kerap dianggap sebagai tempat pembuangan sampah di kawasan bantaran setempat.
‎
Gerakan tersebut mengajak warga melihat sungai sebagai bagian penting kehidupan, bukan sekadar aliran air yang berada di belakang rumah di kawasan tersebut bersama bagi warga.
‎
Penataan bantaran kemudian berkembang melalui konsep “M3K”, yakni Mundhur, Munggah, Madhep Kali sebagai pendekatan kawasan yang lebih tertata dan berkelanjutan bagi warga sekitar.
‎
Konsep M3K mengarahkan rumah dan lingkungan agar lebih aman, memiliki akses memadai, serta menjadikan sungai sebagai bagian depan kawasan bagi seluruh warga setempat.
‎
Prinsipnya, kawasan bantaran tidak membelakangi sungai, tetapi menghadapkan aktivitas warga pada Kali Code yang harus dirawat bersama secara berkelanjutan dan sadar secara nyata.
‎
Upaya menjaga lingkungan kini berjalan bersama gagasan wisata, melalui edukasi “Sekolah Sungai”, penghijauan, pengelolaan sampah, dan kegiatan bersih sungai secara rutin bersama warga.
‎
Langkah tersebut menjadi penting agar pengembangan wisata tidak berubah menjadi ancaman baru bagi kebersihan dan kelestarian Kali Code secara serius dan konsisten nyata.
‎
Artinya, wisata bukan tujuan tunggal, melainkan bagian dari upaya lebih besar membangun hubungan warga dengan sungai secara berkelanjutan di tengah kota secara nyata.
‎
Saat ini Kali Code belum menjadi destinasi wisata sungai yang sepenuhnya berjalan karena konsepnya masih dalam tahap pematangan di Kota Yogyakarta saat ini.
‎
Jika keamanan, kebersihan, dan pengelolaan benar-benar siap, Kali Code berpeluang menghadirkan wisata alam berbeda di tengah Yogyakarta sebagai alternatif menarik wisatawan pada mendatang.
‎
Pengunjung nantinya berpotensi menikmati pengalaman menyusuri sungai tanpa meninggalkan pusat kota, sekaligus belajar menjaga lingkungan melalui perjalanan tersebut dengan aman bersama warga. (waw)

Berita Terkait

Di Makam Soedirman, Danrem 072 Kobarkan Semangat Perjuangan ‎
‎Rayakan HUT ke-81, KAI Daop 6 Yogyakarta Apresiasi Pegawai
Prambanan Jadi Sumber PAD, Sleman-Klaten Siapkan Skema Pembagian PBJT
Pakar Hukum UMY Soroti Fasilitas di Lapas Cibinong: Tata Kelola Harus Berpijak pada Kesetaraan
Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi Perlu Dirancang Bertahap dan Berkelanjutan
DPC GPM Sleman Gelar Doa, Warisan Karya Guruh Soekarnoputra Jadi Kenangan
Stok BBM Aman, Antrean Mengular, Pakar UMY Soroti Sistem Distribusi Subsidi
Hamzah Batik Terbakar, Kebakaran Hebat Terjadi di Malioboro Dini Hari

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:54 WIB

Di Makam Soedirman, Danrem 072 Kobarkan Semangat Perjuangan ‎

Senin, 28 September 2026 - 15:39 WIB

‎Rayakan HUT ke-81, KAI Daop 6 Yogyakarta Apresiasi Pegawai

Senin, 28 September 2026 - 15:25 WIB

Prambanan Jadi Sumber PAD, Sleman-Klaten Siapkan Skema Pembagian PBJT

Senin, 28 September 2026 - 14:09 WIB

Pakar Hukum UMY Soroti Fasilitas di Lapas Cibinong: Tata Kelola Harus Berpijak pada Kesetaraan

Senin, 28 September 2026 - 14:00 WIB

Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi Perlu Dirancang Bertahap dan Berkelanjutan

Berita Terbaru