GERBANGPATRIOT.COM, Pandeglang – Ribuan anggota Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB) memadati acara Maulid Nabi Muhammad SAW, santunan 2.000 anak yatim piatu dan Deklarasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) BPPKB yang digelar di Pandeglang.
Acara akbar tersebut menghadirkan penceramah kondang nasional Ustadz Dr. H. Das’ad Latif dan berlangsung khidmat serta meriah.
Usai kegiatan, Ketua Umum DPP BPPKB H. Adi Kurnia Setiadi mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan momentum barisan perubahan BPPKB untuk hadir lebih humanis di tengah masyarakat.
“Acara tadi yaitu Maulid Nabi Muhammad SAW yang mana dihadiri oleh dua ribu adik-adik kita anak yatim dan piatu dan ada penceramah Ustadz Das’ad Latif,” ujar Adi Kurnia saat diwawancarai usai acara.
Deklarasi DPP BPPKB: Jadi Solusi, Bukan Beban
Adi menegaskan deklarasi DPP BPPKB ini adalah komitmen baru untuk menjaga budaya dan kearifan lokal Banten khususnya Pandeglang dalam aksi nyata yang bermanfaat.
“Peran BPPKB dalam menjaga budaya kearifan lokal Banten khususnya Pandeglang, saya berharap organisasi ini bisa menjadi solusi, menjadi pilot project untuk kebaikan dan kemanfaatan,” tegasnya.
“Saya tidak berharap organisasi ini menjadi beban dari masalah, tidak bisa sinergitas dengan pemerintahan dalam hal ini pemerintah ataupun alat penegak hukum TNI-Polri,” katanya.
Ubah Stigma Jawara Jadi Humanis: Berilmu, Bertakwa, Beriman
Menjawab stigma BPPKB yang identik dengan kejawaraan, Adi menjelaskan BPPKB yang dipimpinnya adalah BPPKB baru.
“BPPKB yang saya pimpin ini kan BPPKB baru, barisan perubahan pemersatu keluarga besar Banten. Insya Allah kami punya motto berilmu, bertakwa dan beriman,” ucapnya.
“Kalau mohon maaf organisasi kadang stigmanya dengan hal-hal yang kurang baik. Insya Allah di barisan perubahan pemersatu keluarga besar Banten ini kita ingin merubah stigma itu. Kami ingin menjadi organisasi yang memberikan warna beda,” tambah Adi.
Komitmen Jaga Kamtibmas
Terkait Kamtibmas, Adi memastikan pihaknya terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Polres Pandeglang dan TNI.
“Kamtibmas harus terjaga, ketertiban dan keamanan makanya perlu diadakan komunikasi koordinasi. Terbukti hari ini kami bikin acara sebesar ini begitu kondusif dan bahagia. Ini bukti bahwa kami punya komunikasi dan komitmen dengan teman-teman kepolisian dan TNI Polri,” jelasnya.
Di akhir, Adi yang mengaku lahir dan besar di Pandeglang berharap generasi muda tetap mempertahankan budaya Banten yang jawara dan agamais untuk kemajuan Pandeglang, Banten untuk Indonesia.(denni)















