KRL Solo-Yogyakarta Tertemper Orang, KAI Minta Masyarakat Patuhi Aturan Keselamatan

Minggu, 27 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, Jogja — KAI Daop 6 Yogyakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang serta tidak melakukan aktivitas sembarangan di sekitar jalur kereta api.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul insiden KRL relasi Solo-Yogyakarta yang tertemper orang di KM 152+4 petak jalan Brambanan-Maguwo, Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 05.22 WIB.

Dalam kejadian tersebut, KRL Solo-Yogyakarta tertemper orang di wilayah perjalanan antara Stasiun Brambanan dan Maguwo. Seluruh awak KRL dilaporkan dalam kondisi selamat dan perjalanan kereta kembali dilanjutkan sekitar pukul 05.30 WIB.

Sementara itu, orang yang tertemper kemudian ditangani petugas Polsek Brambanan untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyayangkan masih terjadinya insiden yang melibatkan masyarakat di sekitar jalur kereta api.

Feni meminta masyarakat disiplin mematuhi rambu dan aturan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang.

“Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu-rambu yang berlaku dan senantiasa berhenti sejenak untuk memastikan jalur aman,” ujar Feni dalam keterangannya, Sabtu.

Ia menegaskan pengguna jalan perlu memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum meneruskan perjalanan melewati perlintasan sebidang.

Menurut Feni, kewaspadaan menjadi hal penting karena perlintasan sebidang memiliki potensi risiko keselamatan, baik bagi pengguna jalan maupun perjalanan kereta api.

Selain di perlintasan sebidang, KAI juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur kereta api karena dapat membahayakan keselamatan.

“Aktivitas di sekitar jalur KA berpotensi tinggi risiko, baik terhadap masyarakat sendiri maupun keselamatan perjalanan kereta api,” tegasnya.

Feni menekankan bahwa keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan seluruh masyarakat.

“Keselamatan bersama merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.

KAI Daop 6 Yogyakarta juga mengimbau masyarakat hanya menggunakan perlintasan resmi ketika hendak menyeberangi jalur kereta api.

“Karena itu kami imbau seluruh masyarakat agar melintas hanya di perlintasan resmi saja,” pungkas Feni.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan masyarakat semakin memahami pentingnya berhenti, melihat kondisi jalur, serta memastikan keamanan sebelum melintas.

Pesan keselamatan tersebut kembali ditegaskan KAI Daop 6 Yogyakarta sebagai upaya mencegah kejadian serupa sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan perjalanan kereta api di wilayah Daop 6. (Waw)

Berita Terkait

DPC GPM Sleman Gelar Doa, Warisan Karya Guruh Soekarnoputra Jadi Kenangan
Stok BBM Aman, Antrean Mengular, Pakar UMY Soroti Sistem Distribusi Subsidi
Hamzah Batik Terbakar, Kebakaran Hebat Terjadi di Malioboro Dini Hari
PPP DIY Perkuat Konsolidasi, Yazid Bidik Penambahan Kursi
Piala Panglima TNI, Kejuaraan Domino ORADO Resmi Bergulir di Sleman
Sleman Creative Weeks #6 Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif
Tiga Rumah Warga Dibedah, KUA Ngampilan Dorong Kepedulian Sosial
Rayakan Satu Abad, Gereja Kotabaru Ajak Umat Adaptif Hadapi Perubahan

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 10:36 WIB

DPC GPM Sleman Gelar Doa, Warisan Karya Guruh Soekarnoputra Jadi Kenangan

Senin, 28 September 2026 - 10:29 WIB

Stok BBM Aman, Antrean Mengular, Pakar UMY Soroti Sistem Distribusi Subsidi

Senin, 28 September 2026 - 09:30 WIB

Hamzah Batik Terbakar, Kebakaran Hebat Terjadi di Malioboro Dini Hari

Senin, 28 September 2026 - 09:25 WIB

PPP DIY Perkuat Konsolidasi, Yazid Bidik Penambahan Kursi

Senin, 28 September 2026 - 09:01 WIB

Piala Panglima TNI, Kejuaraan Domino ORADO Resmi Bergulir di Sleman

Berita Terbaru