GERBANGPATRIOT.COM, Pandeglang – Sebagai upaya menjaga stabilitas sosial, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mewujudkan data organisasi kemasyarakatan (ormas) yang terintegrasi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pandeglang melaunching sistem aplikasi Badak Siaga, Jumat (2/10/2026) di Ruang Pintar Sekretariat Daerah Kabupaten Pandeglang.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pandeglang, Muklis Arifin, menyampaikan bahwa Kabupaten Pandeglang membutuhkan kondisi sosial yang aman dan stabil agar pembangunan, pelayanan publik, kegiatan usaha, dan investasi dapat berjalan dengan baik tanpa gangguan.
“Dalam konteks ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik memiliki peran penting dalam pembinaan organisasi kemasyarakatan, kewaspadaan dini, pencegahan konflik, serta koordinasi lintas sektor,” ungkapnya.
Ia mengatakan, pemerintah daerah dituntut mampu menjaga stabilitas sosial sekaligus menciptakan iklim investasi yang aman, pasti, dan berkelanjutan. Hal tersebut semakin penting karena keberhasilan pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sangat dipengaruhi oleh kemampuan pemerintah dalam mencegah serta menangani berbagai risiko sosial sejak dini.
Menurutnya, Badan Kesbangpol Kabupaten Pandeglang memiliki posisi strategis sebagai perangkat daerah yang melaksanakan urusan pemerintahan di bidang kesatuan bangsa dan politik. Mandat tersebut mencakup pembinaan organisasi kemasyarakatan, kewaspadaan dini, ketahanan sosial, pencegahan dan penanganan konflik, serta koordinasi lintas sektor.
“Oleh karena itu, kemampuan Badan Kesbangpol dalam mengelola data, membaca dinamika sosial, membangun jejaring informasi, dan mengoordinasikan mitigasi risiko menjadi salah satu prasyarat penting bagi terpeliharanya stabilitas daerah dan keberlanjutan investasi,” tegasnya.
Muklis menjelaskan, aplikasi Badak Siaga hadir sebagai inovasi untuk menjawab tantangan tata kelola risiko sosial yang selama ini masih dilakukan secara manual, terpisah, dan cenderung reaktif.
“Badak Siaga disajikan untuk mengatasi tata kelola risiko sosial yang masih manual, terpisah, dan reaktif. Inovasi ini menyatukan data, pelaporan, pengaduan masyarakat, peringatan dini, dashboard, SOP, focal point, serta kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.
Ia berharap kehadiran Badak Siaga dapat memperkuat sistem kewaspadaan dini di Kabupaten Pandeglang, sehingga berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban sosial dapat teridentifikasi serta ditangani secara lebih cepat dan terkoordinasi.
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan stabilitas daerah, melindungi kelancaran pembangunan, dan memperkuat kepercayaan terhadap iklim investasi Kabupaten Pandeglang,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Raden Dewi Setiani menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Kesbangpol Kabupaten Pandeglang melalui aplikasi Badak Siaga. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat sistem pemerintahan.
“Di era digital seperti sekarang ini, kita harus mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung tugas pemerintahan. Saya mengapresiasi inovasi Badak Siaga karena ini menjadi bagian dari upaya kita untuk membangun sistem informasi yang lebih terintegrasi,” kata Bupati.
Bupati mengatakan, keberadaan data yang akurat, terpadu, dan mudah diakses menjadi hal penting dalam pengambilan kebijakan. Terlebih, organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
“Data ormas harus terus kita perbarui dan kelola dengan baik. Dengan data yang terintegrasi, pemerintah dapat mengetahui kondisi dan perkembangan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Pandeglang secara lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, Badak Siaga tidak hanya menjadi aplikasi pengelolaan data, tetapi juga diharapkan dapat menjadi instrumen untuk memperkuat koordinasi dan kewaspadaan dini terhadap berbagai potensi persoalan sosial di masyarakat.
“Harapan saya aplikasi ini tidak hanya menjadi sebuah sistem, tetapi benar-benar dimanfaatkan dan dioptimalkan. Ketika ada informasi atau potensi persoalan di masyarakat, dapat diketahui lebih awal sehingga langkah penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” tutur Bupati.(denni)















