Lewat Seni dan Budaya, Danrem 072/Pamungkas Ikut Saksi Komitmen Persahabatan Indonesia dan Pasifik

Kamis, 15 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎GERBANGPATRIOT.COM Jogja – Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menjadi panggung pertemuan budaya lintas negara dalam Dinner dan Jalinan Budaya Indonesia-Pasifik 2026, Rabu (14/10/2026) malam.
‎
‎Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menghadiri kegiatan yang mempertemukan seniman, pejabat, serta perwakilan negara sahabat tersebut dalam suasana persahabatan.
‎
‎Kementerian Kebudayaan RI menyelenggarakan acara ini sebagai bagian peringatan Hari Kebudayaan Nasional sekaligus menutup program Indonesia-Pacific Cultural Connect (IPCC) 2026.
‎
‎Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi Indonesia dan negara-negara Pasifik untuk mempererat hubungan melalui seni, tradisi, serta pertukaran gagasan kreatif.
‎
‎Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan sambutan penutupan sekaligus menyoroti proses kolaborasi seniman lintas negara selama program residensi budaya berlangsung.
‎
‎Menurut Fadli, residensi selama 13 hari mempertemukan seniman Indonesia dengan peserta dari berbagai negara Pasifik dan kawasan sekitarnya.
‎
‎Negara peserta meliputi Fiji, Kepulauan Marshall, Kaledonia Baru, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Timor-Leste, Vanuatu, hingga Australia.
‎
‎Pertemuan tersebut tidak sekadar menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga membuka kesempatan bagi para peserta untuk saling mengenal budaya masing-masing.
‎
‎Para seniman berkolaborasi melalui musik, tradisi, dan kriya dengan memanfaatkan bahan lokal yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
‎
‎Bambu dan kelapa menjadi contoh material yang digunakan dalam proses kreatif, sekaligus memperlihatkan potensi sumber daya lokal sebagai inspirasi karya bersama.
‎
‎Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang budaya tidak harus menjadi penghalang untuk membangun persahabatan dan menghasilkan karya kreatif.
‎
‎Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika setiap peserta saling bertukar pengalaman, menghargai tradisi, dan membuka ruang kerja sama.
‎
‎Mengusung tema “Budaya Hidup, Indonesia Berdaya”, IPCC 2026 menegaskan pentingnya menjaga kebudayaan agar terus berkembang mengikuti dinamika zaman.
‎
‎Tema tersebut juga menekankan bahwa keterbukaan terhadap budaya lain dapat berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan identitas bangsa.
‎
‎Dalam sambutannya, Fadli berharap hubungan yang terbangun selama program berlangsung tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan resmi berakhir.
‎
‎Persahabatan tersebut diharapkan berkembang menjadi kerja sama kreatif yang berkelanjutan, termasuk melalui pertukaran seniman dan pengembangan karya lintas negara.
‎
‎Kehadiran Danrem 072/Pamungkas dalam kegiatan itu turut menandai partisipasi unsur TNI dalam agenda kebudayaan yang mempertemukan berbagai negara.
‎
‎Museum Benteng Vredeburg dipilih sebagai lokasi kegiatan, menghadirkan suasana bersejarah bagi pertemuan budaya Indonesia dengan negara-negara Pasifik.
‎
‎Selain Menteri Kebudayaan, acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan Menteri Urusan Multi-Etnis, Budaya, Warisan, dan Seni Republik Fiji Charan Jeath Singh.
‎
‎Sejumlah perwakilan negara sahabat, pelaku seni dan budaya, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta juga menghadiri kegiatan tersebut.
‎
‎Kehadiran para pemangku kepentingan memperlihatkan luasnya dukungan terhadap kegiatan yang menjadikan seni dan kebudayaan sebagai sarana membangun hubungan antar masyarakat.
‎
‎Melalui IPCC 2026, kolaborasi lintas negara diharapkan terus membuka peluang pertukaran pengetahuan, memperluas jejaring seniman, dan memperkuat persahabatan Indonesia-Pasifik.
‎
‎Rangkaian kegiatan ditutup dengan harapan bahwa perjumpaan budaya di Yogyakarta menjadi awal kolaborasi berkelanjutan, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.(waw)

Berita Terkait

Serangan Houthi ke Arab Saudi, Pakar UMY Soroti Risiko Harga Minyak dan Perjalanan Umrah
Deteksi Dini TBC dan Malaria, UMY dan Puskesmas Kasihan 1 Gelar Skrining Kesehatan
Ubah Lahan Tidur Jadi Sumur Rezeki, Pemkab Sleman dan Lanud Adisutjipto Tingkatkan Ketahanan Pangan
Membaca Akar Serangan Houthi ke Riyadh dan Peta Rivalitas Kawasan Timur Tengah
Sambut Jogja Destination Wedding Fair 2026, IKAPPESTY Sulap Momen Pernikahan Jadi Potensi Wisata Unggulan
Pengadaan Lahan untuk Warga Basen Kotagede Sudah Diparipurnakan, Tinggal Menunggu Pembayaran
Pesan Pemerintah Tak Selalu Diterima Publik, Pakar UMY Ungkap Tantangan Komunikasi Prabowo-Gibran
Perluas Jaringan Internasional, UWM Rangkul Perguruan Tinggi Filipina Demi Akselerasi Kualitas Pendidikan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Serangan Houthi ke Arab Saudi, Pakar UMY Soroti Risiko Harga Minyak dan Perjalanan Umrah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Deteksi Dini TBC dan Malaria, UMY dan Puskesmas Kasihan 1 Gelar Skrining Kesehatan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Ubah Lahan Tidur Jadi Sumur Rezeki, Pemkab Sleman dan Lanud Adisutjipto Tingkatkan Ketahanan Pangan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Membaca Akar Serangan Houthi ke Riyadh dan Peta Rivalitas Kawasan Timur Tengah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Sambut Jogja Destination Wedding Fair 2026, IKAPPESTY Sulap Momen Pernikahan Jadi Potensi Wisata Unggulan

Berita Terbaru