Ketua PWI Sumsel Terpilih Harus Gandeng Gubernur Hidupkan SJI

GERBANGPATRIOT.COM- Kota Palembang menjadi saksi sejarah penandatanganan ratifikasi standar perusahaan pers, atau yang lebih dikenal Piagam Palembang, pada peringatan puncak ke-64 Hari Pers Nasional (HPN) di Palembang tahun 2010 lalu.

Ada 18 perusahaan media yang melakukan penandatanganan dan Palembang menjadi pembuka pelaksanaan Ujian Kompetensi Wartawan dan Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) sebagai bentuk keseriusan dan komitmen pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan berekspresi rakyat berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, supremasi hukum, hak asasi manusia, serta profesionalitas wartawan itu sendiri.

Untuk itu, sampai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), ketua terpilih pada Konferensi Provinsi (Konferprov) yang dilaksanakan di Asrama Haji tadi malam, Sabtu (27/1/19), bertanggung jawab terhadap profesionlisme wartawan di daerah, sesuai dengan isi dari Piagam Palembang saat itu.

“Tidak hanya tugas perusahaan pers, sebagai organisasi tertua di Indonesia, PWI memiliki tanggung jawab terhadap profesionalisme wartawan. Untuk itu, saya berharap Ketua PWI Sumsel terpilih dapat sejalan dengan program PWI Pusat, tentang profesionlisme wartawan terus digiatkan, melalui pendidikan wartawan,” ungkapnya.

Oktaf yang kini menjabat Ketua Bidang Pembelaan Wartawan dan Advokasi PWI Pusat menghimbau, ada beberapa hal yang dapat dilakukan kepengurusan PWI Sumsel kedepan, dalam menciptakan profesionalisme wartawan melalui pendidikan, seperti safari jurnalistik dan Ujian Kompetensi Wartawan (UKW).

Karena, tantangan wartawan kedepan semakin berat dan wartawan akan dituntut bekerja lebih baik dengan profesionlisme.

“Sekarang ini masyarakat bisa melaporkan, jika berita tidak benar maka mereka akan mengadukan perkara itu ke Polisi, dan wartawan kedepan bisa dijerat melalui Undang-undang (UU) ITE, dan UU lain,” sampainya.

Oktaf juga berharap, ketua terpilih kedepan, selain harus bisa membenahi tertib administrasi dan menjadikan organsiasi ini besar, tuntutan profesionalisme menjadi hal utama yang paling penting.

Dimana, PWI Sumsel juga bisa aktif menggelar diskusi-diskusi pers dan mendatangkan ahli-ahli yang dapat memberikan pengetahuan seluruh anggota PWI Sumsel.

“Intinya kedepan pengurus dapat mengayomi anggota dan membela kepentingan anggota,” imbunya

Tidak hanya itu, ada salah satu PR (Pekerjaan Rumah) yang harus diselesaikan ketua terpilih, dimanah Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) dapat kembali diaktifkan.

“Di Semarang materi SJI sudah diperbarui dan di PWI Pusat SJI juga menjadi salah satu prioritas untuk pendidikan wartawan. Kita berharap Gubernur baru mampu untuk kembali menggelar SJI di Sumsel. Karena SJI pertama yang diadakan di Indonesia adalah di Sumsel, dan jika itu mati malu dengan sejarah piagam Palembang yang akan menjadi sejarah yang tidak ada gunanya,” tandasnya. (Amin)

 

Sumber RMOL.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *