Polisi Selidiki Kaitan Gerakan Massa Berbaju Hitam di DKI-Kota Lain

Kamis, 2 Mei 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM -Jakarta ,Sekelompok massa berbaju hitam merusuh pada saat aksi buruh, Rabu 1 Mei. Hal itu terjadi secara serentak di beberapa tempat, termasuk di Jakarta.

Di Jakarta, massa merusak pagar Halte Transjakarta Tosari, Jakarta Pusat. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya masih mendalami apakah pergerakan kelompok tersebut berkaitan dengan kelompok seruoa di kota-kota lain.

“Sudah diselidiki apakah ada kaitan dengan (di) kota-kota besar lainnya atau bahkan ada kaitan dengan jaringan internasional.

Argo mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kelompok tersebut. Polisi saat ini masih mengidentifikasi para pelaku.

Sebelumnya diberitakan, kelompok massa tersebut melakukan perusakan terhadap pagar Halte Tosari. Aksi vandalisme ini terjadi di tengah-tengah massa buruh melakukan aksi demonstrasi peringatan May Day, Rabu 1 Mei.

Di kota lain, seperti Bandung dan Makassar, kelompok massa berbaju hitam dan membawa atribut berlambang ‘Anarki’ juga merusuh. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut massa berbaju hitam-hitam yang membuat ricuh Aksi May Day di Kota Bandung sebagai kelompok anarcho-syndicalism.

Anarcho-syndicalism merupakan fenomena internasional di mana pekerja ingin lepas dari aturan. Menurut Tito, fenomena ini berkembang di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan.

“Jadi maunya pekerja lepas dari aturan dan mereka menentukan aturan sendiri, makanya disebut dengan anarcho-syndicalism. Ini sudah lama berkembang di Rusia, kemudian di Eropa, Amerika Selatan, termasuk di Asia,” jelas Tito di gedung Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (2/5/2019).

Sumber:detiknews/din

Berita Terkait

Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas, Helikopter Dauphin Dikerahkan
Tsaqib Rilis “Maju Satu Satu”, Lagu tentang Berani Menghadapi Hidup di Tengah Ketidakpastian
Duta Elok Persada Bawa DEPpreneur Berprestasi Jelajahi Thailand
LBH Peradi Profesional: Diduga Salah Wewenang dan Langgar HAM, Penyidik Kasus Gas Portable Akan Dilaporkan ke Propam Polri
HUT ke-1 Kemenhaji, Tantangan Jadi Motivasi Tingkatkan Pelayanan Jemaah
PERADI PROFESIONAL Silaturahmi dengan Menteri Ketenagakerjaan, Bahas Kerja Sama Strategis Bidang Hukum dan Ketenagakerjaan
Perkuat Tata Kelola Investasi, Pemerintah Integrasikan Perizinan TKA
Pendamping Pasien Juga Perlu Dijaga, Primaya Hospital Bagikan 2.000 Mini MCU di Hari Pelanggan Nasional

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:58 WIB

Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas, Helikopter Dauphin Dikerahkan

Kamis, 10 September 2026 - 13:29 WIB

Tsaqib Rilis “Maju Satu Satu”, Lagu tentang Berani Menghadapi Hidup di Tengah Ketidakpastian

Kamis, 10 September 2026 - 12:25 WIB

Duta Elok Persada Bawa DEPpreneur Berprestasi Jelajahi Thailand

Kamis, 10 September 2026 - 11:35 WIB

LBH Peradi Profesional: Diduga Salah Wewenang dan Langgar HAM, Penyidik Kasus Gas Portable Akan Dilaporkan ke Propam Polri

Kamis, 10 September 2026 - 10:53 WIB

HUT ke-1 Kemenhaji, Tantangan Jadi Motivasi Tingkatkan Pelayanan Jemaah

Berita Terbaru

NASIONAL

Kemendagri Dukung Penguatan Pelindungan Ketenagakerjaan

Jumat, 11 Sep 2026 - 22:56 WIB