Kakor Binmas Polri Kunjungi Keluarga Anggota KPPS yang Meninggal, Putri Almarhum Ditawari Jadi Polwan

Jumat, 10 Mei 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM – Tangerang Banten, Kakor Binmas Baharkam Polri Irjen Pol Herry Wibowo mengunjungi keluarga Sukrani (58), anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Desa Legok Sukamaju Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang. Sukrabi adalah anggota KPPS yang meninggal 2 hari usai pelaksanaan pemungutan suara atau Jumat (10/5/19).

Kedatangan jenderal bintang dua itu disambut isak tangis Suadah (56) dan Siti Mamas (19) yang merupakan istri dan putri almarhum. Saat berbincang, Suadah mengungkapkan, sebelum menjadi anggota KPPS, suaminya memang sudah mengidap demam dan sakit pada bagian perut.

“Sebelumnya juga sudah beberapa kali berobat,” kata Suadah.

Isak tangis makin pecah saat Herry berbincang dengan putri almarhum, Siti Mamas. Siti, begitu ia disapa, menceritakan kesedihanya karena teringat janji sang ayah untuk melunasi biaya penebusan ijazah yang sudah satu tahun tertahan di sekolah. Namun, kata Siti, belum sempat melunasi biaya ijazah, sang ayah telah berpulang.

“Ijazah belum diambil, tidak bisa melamar kerja,” kata Siti Mamas sambil menangis.

Mendengar penuturan putri almarhum, Herry kemudian memberikan bantuan untuk menebus ijazah. Herry bahkan menawari Siti Mamas untuk menjadi anggota polwan. Penawaran itu, kata Herry, untuk menguatkan dan memotivasi keluarga terutama putri almarhum.

“Segera tebus ijazahnya, kalau nilainya bagus, daftar jadi polwan,” ujarnya.

Herry mengatakan, sudah memberikan nomor telepon selulernya ke keluarga almarhum. Ia meminta, saat ijazah sudah diambil, difoto kemudian dikirimkan kepadanya.

“Foto ijazah kirim ke saya, saya berharap nilainya bagus, akan kami bantu daftar jadi polwan,” ungkapnya.

Selain mengunjungi keluarga anggota KPPS yang meninggal, Herry juga mengunjungi Koko (34), penderita lumpuh sejak lahir di Desa Patra, Kecamatan Kemiri. Herry juga mengunjungi nenek Karni (68) yang menderita katarak sejak 20 tahun silam. Kepada keduanya, Herry menawarkan bantuan medis. Nenek Marni bahkan ditawari menjalani operasi sesegera mungkin.

“Ini kegiatan atau gerakan kemanusiaan. Tak ada tendensi apa-apa, bulan Ramadan, kita perbanyak kebaikan untuk sesama,” tandas Herry.

Sumber : lembarberita.co.id/Mon

Berita Terkait

12 Jam Sisir Ujung Kulon, Polair Polda Banten dan Mabes Polri Belum Temukan Lima Wartawan
Hari Keenam Pencarian, Gubernur Banten Andra Soni Minta Operasi SAR Dipertimbangkan untuk Diperpanjang
Pemdes Kadumadang Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran, Babinsa Koramil Cimanuk Turut Mendampingi
Anggota Koramil 0116/Cikeusik Dampingi Pendistribusian Bantuan Pangan untuk 8.554 KPM
Dari Posko Carita, PWI Banten Kirimkan Doa Bagi 5 Wartawan yang Dilaporkan Hilang
Hari Ke-6 Pencarian Wartawan Hilang di Krakatau, PWI Banten Kirim 5 Delegasi Sisir Perairan Ujung Kulon
Rembuk Stunting 2026 Desa Sindangheula Bahas Solusi Pencegahan Stunting
Polda Banten Pastikan Terpal dan Galon AQUA Temuan Hari Ke-6 Bukan Perlengkapan Kapal yang Digunakan Jurnalis

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 08:43 WIB

12 Jam Sisir Ujung Kulon, Polair Polda Banten dan Mabes Polri Belum Temukan Lima Wartawan

Minggu, 13 September 2026 - 22:36 WIB

Hari Keenam Pencarian, Gubernur Banten Andra Soni Minta Operasi SAR Dipertimbangkan untuk Diperpanjang

Minggu, 13 September 2026 - 14:32 WIB

Pemdes Kadumadang Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran, Babinsa Koramil Cimanuk Turut Mendampingi

Minggu, 13 September 2026 - 14:23 WIB

Dari Posko Carita, PWI Banten Kirimkan Doa Bagi 5 Wartawan yang Dilaporkan Hilang

Minggu, 13 September 2026 - 12:15 WIB

Hari Ke-6 Pencarian Wartawan Hilang di Krakatau, PWI Banten Kirim 5 Delegasi Sisir Perairan Ujung Kulon

Berita Terbaru