Cegah Bahaya Rokok, Kemendagri Himbau Pemda Terapkan Kawasan Asap Tanpa Rokok

Kamis, 11 Juli 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM – Jakarta, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Muhammad Hudori menjadi salah satu pembicara pada acara Dialog Interaktif dalam rangka acara puncak Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Tahun 2019 pada Kamis, (11/7/2019) di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi Lantai 2, Kementerian Kesehatan, JL H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav 4-9, Jakarta Selatan.

Sebelumnnya, Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang diperingati pada 31 Mei 2019 mengangkat tema “Rokok dan Kesehatan Paru”. Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia bertujuan untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap bahaya konsumsi rokok bagi kesehatan.

Pada acara Dialog Interaktif tersebut, Hudori membahas tentang peran daerah dalam perlindungan masyarakat akibat konsumsi produk tembakau. Ia mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka perokok terbesar di dunia dan ASEAN, di mana anak-anak dan remaja merupakan bagian dari perokok tersebut.

Ia menambahkan konsumsi tembakau di Indonesia juga masih cenderung tinggi. Menurut data yang dilansir Tobbaco Control Support Center pada 2015, konsumsi rokok rata-rata per orang per hari pada 2013, yaitu 12,3 batang atau 369 batang per bulan. “Konsumsi tembakau ini tidak dapat dipisahkan dari perilaku merokok. Perilaku merokok berkaitan dengan kemiskinan lantaran karena untuk membeli rokok, seorang individu maupun keluarga harus mengurangi penggunaan sumber daya yang terbatas untuk keperluan lain yang lebih penting seperti pendidikan, makanan berkualitas, dan pelayanan kesehatan,” jelas Hudori.

Lebih lanjut, Hudori menilai beban biaya yang berkaitan dengan penyakit akibat rokok akan lebih mahal dari yang sudah dibelanjakan untuk rokok. Tidak hanya biaya pengobatan melainkan juga biaya hilangnya hari atau waktu produktivitas untuk bekerja bagi usia pekerja.

Mengingat dampak yang ditimbulkan dari rokok, maka dalam rangka melindungi masyarakat dari paparan asap rokok orang lain, berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, pasal 115 ayat (2), Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Tembakau Bagi Kesehatan dan Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 188/Menkes/Pb/I2011 Nomor 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok, pasal 6 ayat (1), Pemerintah Daerah wajib menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) melalui Peraturan Daerah.

Berkaitan dengan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Hudori mengingatkan Pemerintah Daerah empat hal, yaitu Pemda menyusun dan mempercepatan penerbitan kebijakan tentang KTR baik berupa Peraturan Daerah maupun Peraturan Kepala Daerah serta menerapkan aturan KTR di sekolah, Pemda memperkuat upaya promotif dan preventif melalui kegiatan penyuluhan dan edukasi secara berkelanjutan bagi anak-anak dan remaja usia sekolah berkaitan dengan dampak negatif akibat bahaya rokok, Pemda mengefektifkan pelibatan peran tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat setempat dalam mengkampanyekan kebijakan tentang KTR, serta Pemda menyediakan tempat khusus untuk merokok berupa ruang terbuka yang berhubungan langsung dengan udara luar.

Selain Hudori, pengisi acara Dialog Interaktif dalam rangka Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia antara lain Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Kepala Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan Siswanto, dan Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Nasional/Bappenas Subandi.

Puspen Kemendagri

Berita Terkait

MagangHub Batch 2 Angkatan II Masuki Tahap Seleksi, Hasil Diumumkan 18 September
Abah Anton Charliyan Pimpin Tim Masda Jabar Silaturahmi ke BIN
Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
Kemendagri Dukung Penguatan Pelindungan Ketenagakerjaan
Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Wamendagri Bima Minta Kepala Daerah Bangun Ekosistem Ekonomi
Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan
Kemendagri Tegaskan Informasi Pendefinisian Ulang OAP Tidak Benar
Kasatgas Tito Minta Stakeholder di Tapanuli Tengah Bersatu Prioritaskan Penanganan Pascabencana

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 09:35 WIB

MagangHub Batch 2 Angkatan II Masuki Tahap Seleksi, Hasil Diumumkan 18 September

Sabtu, 12 September 2026 - 09:28 WIB

Abah Anton Charliyan Pimpin Tim Masda Jabar Silaturahmi ke BIN

Sabtu, 12 September 2026 - 09:21 WIB

Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif

Jumat, 11 September 2026 - 22:56 WIB

Kemendagri Dukung Penguatan Pelindungan Ketenagakerjaan

Jumat, 11 September 2026 - 22:51 WIB

Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Wamendagri Bima Minta Kepala Daerah Bangun Ekosistem Ekonomi

Berita Terbaru