Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kota Bekasi, Ahmad Ushtuchri Laksanakan Salat Idul Fitri di Kediaman Pribadi Bersama Keluarga

GERBANGPATRIOT.COM – Bekasi, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi, Ahmad Ushtuchri tahun ini melaksanakan salat Idul Fitri di kediamannya, Komplek Ponpes Annur Bekasi Utara, Jalan Mochtar Thabrani Kelurahan Perwira, Bekasi Utara.

Bertindak sebagai imam dan khatib, Ushtuchri menyampaikan bahwa Covid19 nyatanya bisa memperkuat hubungan antar anggota keluarga.

“Alhamdulillah setelah perang melawan hawa nafsu, kita laksanakan salat Id di kediaman masing-masing sesuai aturan pemerintah. Alhamdulillah masyarakat juga banyak yang melaksanakan salat Id di rumah, sebagai sebuah kesadaran akan pentingnya mengikuti anjuran para ulama,” ujar Ushtuchri, Senin (25/5/2020).

Ia menyatakana, salat Id hari ini sebagai sebuah sejarah karena dalam keadaan darurat Umat Islam terpaksa melaksanakan di rumah masing-masing.

“Ini merupakan pengalaman tersendiri dan takkan terlupakan. Ada haru, sedih namun khidmat. Keafdalan dan kesahan salatmya juga dijamin oleh fatwa ulama,” tambahnya.

Pandemi ini, kata Ushtuchri bida lebih mempererat hubungan keluarga.

“Para ayah yang biasanya mengisi khutbah di luar, biasanya ketemu keluarga setelah ketemu yang lain-lain, sekarang langsung ketemu keluarga. Semoga dengan pandemi ini hubungan  keluarga semakin erat dan harmonis sakinah mawaddah warahmah. dan ini menjadi cara Allah mengingatkan dan menegur manusia untuk lebih  memperhatikan anak, pendidikan dan psikologi anak, pemahaman agama anak dan keluarga dan hubungan keluarga yang sesungguhnya sangat berharga,” tambahnya.

“Jadi Allah stop kesibukan di luar agar kita fokus kuatkan keluarga. Setelah pandemi berlalu insya Allah ini jadi modal kuat hadapi tantangan dunia yang semakin kompleks terutama bagi generasi muda, generasi millenial,” katanya.

Dalam khutbah Idul Fitri di hadapan keluarganya, Ushtuchri menyampaikan perihal orang-orang yang puasanya menang.

Pertama, orang yang dermawan dengan berinfaq baik dalam kondisi sempit atau lapang. Kedua, orang yang mampu mengendalikan emosi, hawa nafsu termasuk menaati aturan bersama salah satunya misalnya dalam upaya kolektif memutus mata rantai covid19. Ketiga, orang yang mudah memaafkan kesalahan orang lain.

“Hikmah idul fitri saat pandemi ini kita implementasikan tiga kekuatan para pemenang. Ciri-ciri muslim yang menang, yang kembali fitri dengan kedermawanan, solidaritas, tahan amarah, tegakkan aturan bersama dan tentu saja kita memaafkan kesalahan orang lain. Meskipun di masa krisis ini, tetap menjaga kedamaian, memancarkan kebaikan dan mendatangkan manfaat bagi orang banyak,” pungkasnya.  (denis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *