UMKM Bangkit Produktif Atau Gulung Tikar

GERBANGPATRIOT.COM –  Kota Bekasi, Pademi Covid-19 terus meningkat, dari waktu ke waktu berdampak besar ke semua sektor usaha di jagat raya baik korporasi maupun UMKM luluh lantah, namun kondisi ini bukan berarti kehidupan terhenti tetapi harus terus bangkit untuk produktif,”ungkap Aji Ali Sabana koordinator SDC Umkm.

Aji menambahkan,” bahwa komunitas UMKM Kota Bekasi yang tergabung dalam SDC terus bergerak melakukan kegiatan kegiatan pembinaan rutin bulanan dalam bentuk seminar dan pameran produk baik offline maupun online zoom meeting dengan tema Pengembangan Wirausaha baru dalam Meningkatkan Produktivitas dimasa pademi Covid-19. Kegiatan ini bertempat di Room meeting Resto Margajaya Jl.Kemakmuran, pada 24 September 2020.

Antusias peserta begitu besar namun karena kondisi Covid-19 akhirnya dibatasi hannya 48 peserta UMKM sekota Bekasi, sisanya melalui zoom. Narasumbernya dari Forderum dan team yang mensuport kegiatan, dari Pegadaian dan Disnaker Kota Bekasi. Kegiatan ini bertujuan memperkuat jejaring UMKM dan membangun kemitraan dengan berbagai pihak terkait, baik swasta maupun pemerintah,” ujar Aji.

Aji ali sabana koordinator SDC UMKM, yang juga pengurus Kadin Kota Bekasi, menegaskan kembali bahwa dampak pademi Covid-19 sektor usaha UMKM kuliner restoran terjun bebas alias anjlok 90% dari kondisi normal.

Secara umum usaha UMKM masih merayap, mengingat dampaknya hampir ke semua sektor usaha, termasuk pemerintah pun melakukan rasionalisasi, merumahkan pegawai dan memangkas belanja rutin, efeknya roda ekonomi stagnan bisa tergambar pertumbuhan ekonomi kwartal ke 2 secara nasional minus 5.32 persen sumber bps.

Aji ali sabana koordinator SDC UMKMKota Bekasi yang juga ketum  APAMPI (Asosiasi Pelaku Usaha Agen Multipayment Indonesia)  menegaskan bahwa,” peran pemerintah masih harus ditingkatkan terkait kebijakan relaksasi kredit UMKM yang tajam keatas tumpul kebawah, artinya tidak singkron dilapangan, faktanya banyak kendaraan usaha UMKM maupun pelaku usaha ojek mandiri yang ditarik, lembaga keuangan perbankkan terus menagih kewajiban kredit bahkan mungkin melelang aset, ini tdk bisa dibiarkan.

Disamping itu juga terkait kebijakan insentif pajak, kelonggaran biaya beban listrik UMKM dalam jangka panjang sampai usaha pulih. Usaha secara umum lagi menghadapi sakratul maut antara bertahan atau gulung tikar,” tandanya.(mul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *