BPBD Bekasi Siapkan Sistem Peringatan Dini Banjir di Titik Rawan Sungai

GERBANGPATRIOT.COM, Kota Bekasi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi berkolaborasi dengan Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir di musim hujan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengecekan lokasi rencana pemasangan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini banjir di sejumlah titik rawan bencana, Kamis (23/10).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Priadi Santoso, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat mitigasi bencana berbasis teknologi agar informasi peringatan banjir dapat diterima masyarakat lebih cepat dan tepat.

“Pemasangan EWS difokuskan pada wilayah hulu sungai yang menjadi pusat pemantauan tinggi muka air. Sistem ini nantinya akan terintegrasi dengan jaringan CCTV BPBD untuk pemantauan kondisi sungai secara real-time,” jelas Priadi.

Menurutnya, tim gabungan melakukan pengecekan langsung di beberapa titik vital aliran sungai, seperti Kali Cileungsi, Cikeas, dan Cibongas. Selain itu, sejumlah kawasan permukiman yang sering terdampak banjir juga menjadi prioritas pemasangan perangkat peringatan dini, di antaranya Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML), Kemang Pratama, dan Pondok Gede Permai (PGP).

Dalam pengecekan tersebut, tim teknis turut membahas kebutuhan pemasangan tiang sensor, boks panel kontrol, serta solar panel yang akan menunjang kinerja alat meskipun terjadi pemadaman listrik saat bencana.

Priadi menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengantisipasi risiko bencana secara cepat dan terukur.

“Ini adalah bentuk nyata sinergi antara BNPB dan BPBD Kota Bekasi dalam memperkuat sistem mitigasi banjir. Dengan adanya EWS, masyarakat dapat menerima peringatan lebih dini sehingga evakuasi bisa dilakukan lebih aman dan terencana,” tegasnya.

Ke depan, BPBD Kota Bekasi juga berencana menggandeng pemerintah kecamatan, kelurahan, dan komunitas relawan penggiat kebencanaan untuk memastikan pemanfaatan sistem peringatan dini ini berjalan optimal di lapangan. Upaya edukasi publik dan simulasi penanganan banjir juga akan terus digencarkan.(*)