Festival Nusantara Sinyonya, Ajang Pelestarian Ikan Mas Khas Banten

GERBANGPATRIOT.COM, Pandeglang – Pemerintah Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, menggelar Kontes Ikan Mas Sinyonya di kawasan Mina Agrowisata Bukit Sinyonya. Kegiatan ini diikuti para pecinta ikan mas Sinyonya dari berbagai daerah di Provinsi Banten.

Ikan Mas Sinyonya dikenal sebagai salah satu jenis ikan langka peninggalan zaman purba yang kini hampir punah. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap pelestarian ikan khas tersebut.

Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Nusantara Sinyonya Festival yang diselenggarakan selama dua hari di kawasan wisata tersebut.

“Kegiatan berlangsung selama dua hari sejak pagi ini hingga besok. Selain kontes ikan, kami juga menggelar Gemarikan atau Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan,” ujar Wahyu kepada wartawan Gerbang Patriot, Kamis (30/10/2025).

Wahyu menjelaskan, sebanyak 200 kilogram ikan disiapkan untuk kegiatan Gemarikan. Ia menambahkan, jumlah pengunjung pada hari pertama mencapai sekitar 1.200 orang hingga siang hari.

“Jumlah itu belum termasuk peserta kontes dan rekan-rekan insan pers. Antusiasmenya luar biasa,” katanya.

Wahyu menyebutkan, kegiatan seperti ini akan dijadikan agenda tahunan Desa Bandung. Selain kontes ikan, pihaknya juga menyiapkan event budaya kaceran yang akan digelar keesokan harinya.

“Event seperti ini akan kami laksanakan setiap tahun dengan dukungan seluruh pihak, baik masyarakat, pecinta ikan mas Sinyonya, maupun para pembudidaya,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi FKB Komisi III Hj. Rika Kartikasari, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Pandeglang.

Peserta kontes berasal dari berbagai wilayah di Provinsi Banten, antara lain Tangerang, Cilegon, Serang, dan Lebak. Sementara Pandeglang bertindak sebagai tuan rumah. Adapun juri terdiri atas unsur akademisi, birokrat, dan praktisi.

“Juri berasal dari penyuluh perikanan, praktisi pembudidaya ikan, dan akademisi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,” jelas Wahyu.

Anggota DPRD Provinsi Banten, Hj. Rika Kartikasari, menilai potensi wisata yang dikembangkan Desa Bandung merupakan contoh wisata buatan berbasis kreativitas dan inovasi.

“Wisata buatan seperti ini menunjukkan kreativitas kepala desa yang bekerja sama dengan Pokdarwis dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah serta stakeholder lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan objek wisata memerlukan kolaborasi, sinergi, serta inovasi melalui berbagai atraksi atau kegiatan agar menarik wisatawan.

“Event seperti ini mampu mendatangkan wisatawan sekaligus mempromosikan kawasan agrowisata. Keunikan yang dimiliki perlu terus didukung dan dikembangkan,” tambahnya.

Rika juga mendorong agar pemerintah desa mengusulkan dukungan infrastruktur penunjang wisata.

“Kalau desa wisata, dukungannya bisa berupa pembangunan homestay atau sarana kolam-kolam wisata yang bisa diusulkan ke Pemkab,” pungkasnya.