PalmCo, Subholding Holding Perkebunan Nusantara Luncurkan Kemasan 100 Tahun Kayu Aro, Ini Sejarahnya!

Selasa, 30 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, Kerinci — Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo menandai momentum satu abad Pabrik Teh Kayu Aro dengan meluncurkan kemasan edisi khusus 100 tahun. Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan bertajuk “Seabad Aroma, Rasa, Warna, dan Sejuta Cerita” yang digelar pada 30 Desember 2025 di kawasan Kebun Teh Kayu Aro, Kabupaten Kerinci.

Peringatan satu abad Kayu Aro tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap warisan industri teh nasional yang telah berdiri sejak 1925. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Sistem dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, Bupati Kerinci, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yang menegaskan posisi Kayu Aro sebagai salah satu ikon perkebunan teh Nusantara.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa keberlanjutan Kayu Aro selama satu abad merupakan bukti ketangguhan industri teh nasional yang mampu bertahan dan beradaptasi lintas generasi. “Kayu Aro bukan hanya aset bisnis, tetapi juga warisan sejarah bangsa. Selama 100 tahun, kebun ini telah menjadi saksi perjalanan industri teh dari berbagai era hingga kini dikelola oleh anak bangsa,” ujar Jatmiko.

Ia menegaskan bahwa manajemen berkomitmen menjaga standar mutu Teh Kayu Aro, sekaligus memperkuat daya saing di pasar global dan memperluas eksistensi di pasar ritel domestik agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar Kerinci.

Rebranding Strategis Teh Kayu Aro

Sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, Direktur Sistem dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menilai peringatan satu abad Kayu Aro sebagai momentum refleksi dan penguatan visi ke depan, khususnya dalam peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas teh.

“Transformasi PalmCo dilakukan melalui modernisasi dan digitalisasi, namun tetap menjaga nilai historis dan keunikan Kayu Aro sebagai kebun teh yang memiliki nilai historis,” jelas Ugun.

Salah satu agenda utama dalam peringatan tersebut adalah rebranding kemasan teh seduh dan teh celup Kayu Aro. Langkah ini dilakukan untuk menyegarkan identitas produk agar lebih relevan dengan preferensi konsumen masa kini, tanpa menghilangkan karakter legendaris yang telah melekat selama puluhan tahun.

Dalam pengembangannya, PalmCo mengintegrasikan produktivitas perkebunan dengan pelestarian lingkungan serta edukasi sejarah dalam satu ekosistem berkelanjutan. Dari sisi bisnis, kinerja ritel Teh Kayu Aro menunjukkan tren positif dan stabil sejak 2008, dengan kontribusi sekitar 4,5 persen dari total produksi tahunan. Produk tersebut saat ini telah dipasarkan di wilayah Jambi, serta diperluas ke Sumatera Barat dan Riau.

Bupati Kerinci, Monadi, yang turut hadir dalam peringatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas konsistensi PTPN IV PalmCo dalam menjaga eksistensi Kayu Aro. Menurutnya, kebun teh legendaris ini telah menjadi bagian penting dari identitas daerah serta penggerak ekonomi dan pariwisata Kabupaten Kerinci.

Ia menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan perusahaan agar pengembangan sektor perkebunan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan agrowisata unggulan.

Menutup rangkaian refleksi satu abad Kayu Aro, Jatmiko K. Santosa mengajak seluruh insan perusahaan menjadikan sejarah sebagai sumber motivasi untuk menorehkan capaian yang lebih besar di masa depan.

“Mari kita jadikan 100 tahun Kayu Aro sebagai bahan bakar untuk bekerja lebih optimal, menuliskan cerita-cerita hebat baru, dan mengukuhkan teh Kayu Aro sebagai standar kualitas teh dunia,” pungkasnya.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo optimistis membawa Kebun Teh Kayu Aro melangkah ke abad kedua, memperkuat kualitas, daya saing, dan keberlanjutan di tengah dinamika industri teh global. (*)

Berita Terkait

LPP Agro Nusantara Dorong Produktivitas 88 Pekebun Sawit Sumatera Barat
Tinjau PPS Bungus, Menaker Dukung Penciptaan Lapangan Kerja Perikanan
Menaker: Generasi Muda Harus Siap Beradaptasi dengan Perubahan Dunia Kerja
Pemulihan Pascabencana Solok Raya Dikebut, Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus
Pelantikan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bukittinggi Periode 2026-2031
Wakil Ketua Komisi XIII Tinjau Pembangunan Dapur MBG Muhammadiyah Batubara
Kejati Sumbar Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Korupsi Hapus Buku Kredit Bank Nagari
AMPHIBI dan Pemerintah Nagari Andaleh Baruh Bukik Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Lingkungan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 08:10 WIB

LPP Agro Nusantara Dorong Produktivitas 88 Pekebun Sawit Sumatera Barat

Jumat, 25 September 2026 - 14:10 WIB

Tinjau PPS Bungus, Menaker Dukung Penciptaan Lapangan Kerja Perikanan

Jumat, 25 September 2026 - 13:44 WIB

Menaker: Generasi Muda Harus Siap Beradaptasi dengan Perubahan Dunia Kerja

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Pemulihan Pascabencana Solok Raya Dikebut, Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:31 WIB

Pelantikan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bukittinggi Periode 2026-2031

Berita Terbaru