Dua Prajurit Indonesia Gugur di Lebanon, PBB Kutuk Serangan terhadap United Nations Interim Force in Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menggelar patroli di sekitar markas besarnya di Naqoura, Lebanon. (Dok UNIFIL)

Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menggelar patroli di sekitar markas besarnya di Naqoura, Lebanon. (Dok UNIFIL)

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, dalam pernyataannya di Markas Besar PBB di New York, mengutuk keras insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran dalam kondisi apa pun.

“Dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia kehilangan nyawa dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, sektor timur. Dua lainnya terluka, satu di antaranya dalam kondisi serius,” ujar Lacroix.

Insiden itu terjadi hanya sehari setelah serangan lain menewaskan satu personel Indonesia ketika proyektil menghantam pangkalan misi di Ett Taibe. Dalam peristiwa tersebut, satu prajurit lain mengalami luka berat dan harus dirujuk ke rumah sakit di Beirut.

PBB menyatakan tengah melakukan investigasi untuk mengungkap kronologi dan pihak yang bertanggung jawab atas rangkaian serangan tersebut. Di tengah situasi yang kian berbahaya, UNIFIL menegaskan akan tetap menjalankan mandat yang diberikan oleh Dewan Keamanan PBB.

Lacroix juga menyerukan kepada semua pihak yang bertikai untuk menghentikan segala tindakan yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian serta mematuhi kewajiban internasional dalam menjamin keselamatan mereka.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya mengonfirmasi gugurnya satu prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di Adchit Al Qusayr, Minggu (29/3). Tiga prajurit lainnya—Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan—mengalami luka-luka, dengan satu di antaranya dalam kondisi serius.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menyatakan seluruh korban luka telah dievakuasi ke fasilitas medis. Praka Rico yang mengalami luka berat saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit St. George, Beirut.

Data UN Peacekeeping per Januari 2026 mencatat sebanyak 756 personel Indonesia tergabung dalam misi UNIFIL di Lebanon. Kontribusi ini menegaskan peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan konflik, sekaligus menempatkan prajuritnya di garis depan risiko keamanan global. (ihd)

Berita Terkait

Belajar Dakwah di Negeri Sakura, Mahasiswa KPI UMY Jalani Magang Internasional di Japan Da’wah Centre
Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”
Myanmar Jadi Negara ke-13 Peserta Asia Mini Football Championship 2027 di Jakarta
Pertemuan G20 FMCBG, Wamenkeu Juda Agung Tekankan Pentingnya Reformasi Pro-Pertumbuhan
Membawa Salam dan Doa Presiden, Mendagri Jenguk Wali Nanggroe di Penang
Kemnaker Paparkan Langkah Konkret Indonesia Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN
UMJ Press dan APPTIMA Wakili Indonesia Dalam International Publishers Congress 2026 di Malaysia
Peluang Emas! Jerman Buka Pintu bagi Tenaga Kerja Indonesia untuk Bekerja dan Menetap

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Belajar Dakwah di Negeri Sakura, Mahasiswa KPI UMY Jalani Magang Internasional di Japan Da’wah Centre

Kamis, 24 September 2026 - 21:03 WIB

Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”

Selasa, 22 September 2026 - 20:10 WIB

Myanmar Jadi Negara ke-13 Peserta Asia Mini Football Championship 2027 di Jakarta

Rabu, 2 September 2026 - 15:53 WIB

Pertemuan G20 FMCBG, Wamenkeu Juda Agung Tekankan Pentingnya Reformasi Pro-Pertumbuhan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:52 WIB

Membawa Salam dan Doa Presiden, Mendagri Jenguk Wali Nanggroe di Penang

Berita Terbaru