Kemnaker Paparkan Langkah Konkret Indonesia Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN

Selasa, 25 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, Bangkok — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memaparkan langkah konkret untuk merespons perubahan dunia kerja dalam Pertemuan Pejabat Seni or Ketenagakerjaan ASEAN (Senior Labour Officials Meeting/SLOM) di Bangkok, Thailand, 23–27 Agustus 2026. Pertemuan SLOM tersebut digelar bersamaan dengan rangkaian Pertemuan Menteri Ketenagakerjaan ASEAN (ALMM) ke-29.

Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia mengimplementasikan ASEAN Declaration on Promoting Competitiveness, Resilience and Agility of Workers for the Future of Work.

“Indonesia tetap berkomitmen untuk menerjemahkan tujuan Deklarasi ke dalam langkah-langkah yang praktis dan saling memperkuat, guna memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal dalam perubahan dunia kerja,” ujar Indah di Bangkok, Senin (24/8/2026).

Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui penguatan keterampilan. Program Pemagangan Nasional ditargetkan menjangkau 150 ribu peserta, melengkapi tahap pertama yang telah menjangkau 100 ribu lulusan baru perguruan tinggi dengan tingkat penyerapan kerja m encapai 30 persen. Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) juga ditargetkan menjangkau 300 ribu peserta.

Indonesia juga memodernisasi sistem informasi pasar kerja terintegrasi untuk mempererat keterkaitan antara pelatihan dan kebutuhan industri. Di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Indonesia mengadopsi teknologi digital dan Internet of Things (IoT) untuk pengawasan ketenagakerjaan serta layanan kepatuhan K3 berbasis daring.

Di bidang perlindungan sosial, Indonesia memperkuat jaringan pengaman pekerja melalui perluasan cakupan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang meliputi manfaat tunai, pelatihan, dan penempatan kerja. Upaya tersebut juga mencakup pengoperasian Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) serta insentif iuran jaminan sosial bagi sektor padat karya dan informal.

Pada aspek inklusivitas, Indonesia mendorong kesempatan kerja yang adil bagi penyandang disabilitas, perempuan, pemuda, dan pekerja lansia. Penguatan hubungan industrial dilakuka n melalui lebih dari 12.830 LKS Bipartit di tingkat perusahaan serta LKS Tripartit di 34 provinsi dan 398 kabupaten/kota, sejalan dengan prinsip Konvensi ILO No. 144.

Di tingkat regional, Indonesia juga mengambil bagian dalam sejumlah agenda konkret. Indonesia memimpin pelaksanaan ASEAN Guiding Principles (AGP) Phase 3 untuk mendorong harmonisasi sistem sertifikasi kompetensi di lima negara anggota ASEAN, dengan fokus awal pada sektor konstruksi dan kelistrikan.

Indonesia juga tengah menyiapkan proyek Knowledge Sharing on Unemployment Insurance yang melibatkan delapan negara anggota ASEAN serta aktif dalam studi produktivitas tenaga kerja kawasan.

“Melalui langkah-langkah ini, Indonesia menegaskan bahwa daya saing kawasan harus senantiasa berjalan selaras dengan resiliensi, inklusivitas, perlindungan sosial, dan pemenuhan hak-hak dasar pekerja,” ujar Indah.(lsi)

Sumber : Biro Humas Kemnaker

Berita Terkait

Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Manggarai, TP PKK dan TP Posyandu Pusat Bantu Percepat Pemulihan Pascabencana
Kunjungi RSUD Ruteng NTT, TP PKK dan TP Posyandu Pusat Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Manggarai
TP Posyandu Pusat dan TP PKK Perkuat Peran Posyandu Beawaek NTT dalam Mendukung 6 SPM
Wamendagri Ribka Haluk Minta 11 Anggota DPRP Papua Pegunungan Jalur Otsus Segera Dilantik
Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Karakter dan Jejaring bagi Peserta Masadagri
Kejar Target 100 Persen, Wamendagri Ribka Dorong Pemda Percepat Kepemilikan Akta Kelahiran Anak
Mendagri Tito Hadiri Penyampaian Taklimat Presiden kepada 800 Perwira Tinggi TNI-Polri
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Percepatan Pemenuhan Hak Anak atas Akta Kelahiran

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Manggarai, TP PKK dan TP Posyandu Pusat Bantu Percepat Pemulihan Pascabencana

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Kunjungi RSUD Ruteng NTT, TP PKK dan TP Posyandu Pusat Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Manggarai

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:49 WIB

TP Posyandu Pusat dan TP PKK Perkuat Peran Posyandu Beawaek NTT dalam Mendukung 6 SPM

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Minta 11 Anggota DPRP Papua Pegunungan Jalur Otsus Segera Dilantik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Karakter dan Jejaring bagi Peserta Masadagri

Berita Terbaru