Anggota DPR RI Esti Wijayati Sampaikan Belasungkawa atas Tewasnya Siswa SMA di Bantul

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, BANTUL – Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Ilham Dwi Saputra, siswa salah satu SMA negeri di Bantul.
‎
‎Siang tadi Rabu (29/4/2026), MY. Esti Wijayati Anggota DPR RI yang juga anggota DPP PDI Perjuangan bersama rombongan DPC PDI Perjuangan Bantul datang langsung ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada kedua orang tua Ilham.
‎
‎“Kami hadir untuk menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya, ini bukan hanya kehilangan keluarga, tapi kehilangan kita semua,” ujar Esti.
‎
‎Dalam perkembangan kasus ini, aparat telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dan seluruhnya sudah ditahan. Fakta yang terungkap pun memicu kemarahan publik.
‎
‎“Ada pelaku yang menusuk korban hingga 14 kali, ini tindakan yang sangat kejam dan tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.
‎
‎Pihak keluarga dan masyarakat berharap proses hukum berjalan tegas dan transparan.
‎
‎“Kami akan kawal bersama kasus ini sampai tuntas. Para pelaku harus dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya,” ungkap salah satu tokoh yang hadir di rumah duka.
‎
‎Ia menambahkan, keadilan bagi korban menjadi hal yang mutlak dan tidak boleh dikompromikan.
‎
‎Rentetan peristiwa kekerasan yang terjadi belakangan ini di Yogyakarta juga menjadi sorotan serius.
‎
‎“Ini bukan kejadian pertama, dan kalau tidak ditangani bersama, bisa terus berulang,” ujarnya.
‎
‎Meski berbagai aturan seperti undang-undang dan peraturan daerah telah diterapkan, dinilai belum cukup efektif menekan angka kekerasan di kalangan remaja.
‎
‎Karena itu, keterlibatan semua pihak dinilai sangat penting untuk mencegah kejadian serupa.
‎
‎“Orang tua, masyarakat, aparat, dan pemerintah daerah harus bergerak bersama. Perlu ada penguatan pengawasan, termasuk penerapan jam malam dan jam belajar bagi anak-anak usia sekolah,” tegasnya.
‎
‎Ia menutup dengan seruan, “Ciptakan rasa aman dan nyaman, tegakkan hukum tanpa pandang bulu, dan jaga anak-anak kita.”(waw)

Berita Terkait

RAPI DIY Gelar MUSDA VIII, Nurdiantoro Terpilih Aklamasi
KRL Solo-Yogyakarta Tertemper Orang, KAI Minta Masyarakat Patuhi Aturan Keselamatan
HUT ke-62 SDK Sang Timur, Antoro Apresiasi Peran Sekolah Cetak Generasi Berprestasi
Asparagus II Wakili DIY dalam Verifikasi Posyandu Nasional 2026
Mengenal Cardiac Drift Saat Berolahraga, Dosen UMY: Normal tetapi Tetap Perlu Kenali Batas Tubuh
UMKM Naik Kelas, GKR Mangkubumi Dorong Pertumbuhan Ekonomi DIY
48 Kasus Keracunan MBG, Ribuan Siswa di DIY Terdampak
Zhong Qiu Jie 2026 di Yogyakarta, Perpaduan Budaya Tionghoa-Jawa Jadi Pesan Kebersamaan

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 08:24 WIB

RAPI DIY Gelar MUSDA VIII, Nurdiantoro Terpilih Aklamasi

Minggu, 27 September 2026 - 08:15 WIB

KRL Solo-Yogyakarta Tertemper Orang, KAI Minta Masyarakat Patuhi Aturan Keselamatan

Minggu, 27 September 2026 - 07:55 WIB

Asparagus II Wakili DIY dalam Verifikasi Posyandu Nasional 2026

Minggu, 27 September 2026 - 07:32 WIB

Mengenal Cardiac Drift Saat Berolahraga, Dosen UMY: Normal tetapi Tetap Perlu Kenali Batas Tubuh

Sabtu, 26 September 2026 - 14:21 WIB

UMKM Naik Kelas, GKR Mangkubumi Dorong Pertumbuhan Ekonomi DIY

Berita Terbaru

Yogyakarta

RAPI DIY Gelar MUSDA VIII, Nurdiantoro Terpilih Aklamasi

Minggu, 27 Sep 2026 - 08:24 WIB