Jejak Pengabdian Guru di Perbatasan Warnai Hari Pendidikan Nasional 2026

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Guru mengajar agama di pedalaman Kalimantan Utara. (Dok Kemenag Kalimantan Utara)

Guru mengajar agama di pedalaman Kalimantan Utara. (Dok Kemenag Kalimantan Utara)

GERBANGPATRIOT.COM, Nunukan – Di beranda negeri yang jauh dari gemerlap kota, peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 terasa berbeda. Tak ada panggung megah atau seremoni panjang. Yang ada hanya jejak langkah para guru yang saban hari menembus medan sulit, menjaga api pengetahuan sekaligus nilai-nilai kehidupan tetap menyala.

Di Krayan, Kabupaten Nunukan, Ronny menjalani pengabdian yang tak banyak tersorot. Selama 26 tahun, ia mengajar Pendidikan Agama Kristen di wilayah yang aksesnya kerap terputus cuaca dan jarak. Jalan terjal dan keterbatasan fasilitas tak pernah menjadi alasan untuk berhenti. Bagi Ronny, mengajar adalah panggilan yang melampaui profesi.

Ia percaya, anak-anak di perbatasan menyimpan mimpi yang sama besarnya dengan mereka yang tinggal di pusat kota. “Mereka hanya butuh kesempatan,” katanya, lirih, namun penuh keyakinan.

Kisah serupa mengalir dari Sembakung. Halifah, guru Pendidikan Agama Islam, telah mengarungi 21 tahun pengabdian dengan rutinitas yang tak mudah. Menyusuri sungai, menghadapi banjir, hingga mengajar dalam keterbatasan sarana menjadi bagian dari keseharian. Namun, ia menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana: melihat murid-muridnya mampu membaca doa dengan benar, atau menunjukkan akhlak yang kian matang.

Di Tanjung Selor, Puji Astuti menghadapi tantangan yang berbeda. Fasilitas pendidikan relatif lebih memadai, tetapi dinamika zonasi membuat siswa beragama Buddha tersebar. Dalam kondisi itu, ia berupaya menjaga keberlangsungan pembelajaran sekaligus merawat harmoni lintas iman yang tumbuh alami di sekolah.

Sementara di Desa Sesua, Malinau Barat, Anselmus Helaq memilih jalan inovasi. Selama lebih dari dua dekade sebagai guru agama Katolik, ia terus mencari cara agar ajaran iman tidak berhenti sebagai hafalan, melainkan menjelma menjadi pengalaman hidup yang dipahami murid-muridnya.

Di tangan para guru ini, pendidikan menemukan maknanya yang paling mendasar. Ia bukan sekadar proses mentransfer pengetahuan, melainkan upaya membentuk manusia yang utuh—berpikir jernih, berperilaku baik, dan memiliki kedalaman spiritual.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Utara, Muh. Saleh, menyebut mereka sebagai penjaga nilai di garis depan. Di wilayah perbatasan, kata dia, guru agama memegang peran strategis dalam merawat harmoni sosial sekaligus membangun karakter generasi muda.

Komitmen untuk memperkuat dukungan bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) pun terus digelorakan. Namun, di tengah berbagai keterbatasan, para guru itu telah lebih dulu menunjukkan bahwa dedikasi tidak menunggu kelengkapan.

Dari tapal batas Kalimantan Utara, mereka mengajarkan satu hal yang kerap luput dari perhatian: pendidikan yang lahir dari ketulusan selalu menemukan jalannya sendiri —menembus jarak, melampaui batas, dan diam-diam menerangi masa depan. (ihd)

Berita Terkait

Bedah Buku “NGAJI SUGIH”, Mengajak Masyarakat Menemukan Kekayaan Dari Dalam Diri
PHI Bergerak Hadapi Karhutla Kalimantan, Keselamatan Warga dan Lingkungan Jadi Prioritas
Tak Lagi Sekadar Kampanye, PHI Jadikan GEMAS DNA Baru Pelestarian Lingkungan
PT Pertamina EP Bunyu Field Gelar Sidak Tes Urine untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba
PHM Tuntaskan Program Handil Rejuvenation, Produksi Minyak Lapangan Handil Naik 5 Persen
Pertamina EP Tarakan Field Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Melalui Edukasi Penanggulangan Kebakaran
PHKT Perkuat Kolaborasi dengan PPU, Bor Dua Sumur Baru di Lapangan Yakin untuk Tingkatkan Produksi Migas Nasional
Komisaris Pertamina Tinjau Operasi Hulu Migas dan Program Konservasi Orang Utan di Kalimantan Timur

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:06 WIB

Bedah Buku “NGAJI SUGIH”, Mengajak Masyarakat Menemukan Kekayaan Dari Dalam Diri

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:14 WIB

PHI Bergerak Hadapi Karhutla Kalimantan, Keselamatan Warga dan Lingkungan Jadi Prioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:18 WIB

Tak Lagi Sekadar Kampanye, PHI Jadikan GEMAS DNA Baru Pelestarian Lingkungan

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:48 WIB

PT Pertamina EP Bunyu Field Gelar Sidak Tes Urine untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:52 WIB

PHM Tuntaskan Program Handil Rejuvenation, Produksi Minyak Lapangan Handil Naik 5 Persen

Berita Terbaru

Yogyakarta

Di Balik Meriahnya Kustomfest 2026, Bengkel Kustom Menjerit

Minggu, 11 Okt 2026 - 14:16 WIB