PHI Bergerak Hadapi Karhutla Kalimantan, Keselamatan Warga dan Lingkungan Jadi Prioritas

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, Kalimantan – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan mendorong PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama anak perusahaan dan afiliasinya memperkuat langkah pencegahan serta penanganan di sekitar wilayah operasi.

Upaya tersebut dilakukan secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan pekerja, masyarakat, fasilitas operasi, dan lingkungan.

PHI mengerahkan personel pemadam, peralatan penanganan kebakaran, pemantauan titik api, edukasi masyarakat, serta membangun koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Direktur Utama PHI Muharram Jaya Panguriseng mengatakan, penanganan karhutla menjadi perhatian perusahaan karena dampaknya dapat menyentuh keselamatan masyarakat, pekerja, fasilitas operasi, hingga lingkungan.

“Upaya dan prioritas perusahaan dalam menghadapi karhutla ini semata-mata untuk memastikan perlindungan bagi pekerja, fasilitas, masyarakat, dan lingkungan,” ujar Muharram.

Langkah penanganan dilakukan di sejumlah wilayah sekitar operasi perusahaan. Pada Kamis (20/8/2026), Emergency Intervention Team (EIT) South Processing Station (SPS) PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama Pemadam Kebakaran (Damkar) Samboja menangani titik api sekitar 100 meter di sebelah barat fasilitas operasi Lapangan Senipah, Peciko, dan South Mahakam.

Sehari kemudian, Jumat (21/8/2026), PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) bersama relawan dan Dinas Kehutanan melakukan penanganan karhutla di wilayah Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, sekitar area migas Nilam Field.

Tim menggunakan fire truck advancer dan vacuum truck berkapasitas 15 ribu hingga 24 ribu liter air untuk mengendalikan rambatan api di wilayah terdampak.

Penanganan juga dilakukan PT Pertamina EP (PEP) Bunyu di Jalan Lingkar Bunyu, Kalimantan Utara, yang berjarak sekitar 14,1 kilometer dari area operasi perusahaan. Pemadaman dilakukan melalui kolaborasi Tim Fire PEP Bunyu dan Tim Damkar Kalimantan Utara.

Pencegahan Libatkan Masyarakat

PHI tidak hanya mengandalkan pemadaman saat api muncul. Upaya preventif diperkuat melalui edukasi dan pelibatan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Salah satunya dilakukan Tim Community Based Security PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melalui sosialisasi bahaya karhutla di Kelurahan Lawe-Lawe pada 19–23 Agustus 2026. Wilayah tersebut berada sekitar sembilan kilometer dari Terminal Lawe-Lawe.

Langkah serupa dilakukan PT Pertamina EP (PEP) Tarakan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara dan BPBD Kota Tarakan melalui sosialisasi kepada relawan penanganan bencana di Kecamatan Tarakan Timur.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi kebakaran, terutama saat kondisi cuaca meningkatkan risiko kekeringan dan penyebaran api.

Cuaca Panas Perbesar Risiko

Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan mengatakan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Pencegahan dan pengendalian harus dilakukan agar kebakaran tidak kembali meluas.

Menurut Dony, suhu siang hari yang mencapai 34–36 derajat Celsius meningkatkan risiko kekeringan vegetasi dan mempercepat rambatan api, terutama di kawasan bergambut.

“Tantangannya tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga pencegahan dan pengendalian agar api tidak kembali meluas. Cuaca panas, dengan suhu yang mencapai 34–36 derajat Celsius pada siang hari, meningkatkan risiko kekeringan vegetasi dan rambatan api terutama di kawasan bergambut,” jelasnya.

Kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah. Api bahkan dapat kembali muncul apabila proses pembasahan dan pendinginan belum dilakukan secara menyeluruh.

Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam setiap penanganan karhutla. PHI terus berkoordinasi dengan pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku.

Dony mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, pemadam kebakaran, relawan, hingga masyarakat.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memastikan keselamatan pekerja dan masyarakat sekaligus melindungi lingkungan,” katanya.

Jaga Operasi Hulu Migas dan Ketahanan Energi

Bagi PHI, penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan perlindungan lingkungan di sekitar wilayah operasi, tetapi juga keberlanjutan kegiatan hulu minyak dan gas bumi di Kalimantan.

Perusahaan menilai kolaborasi dunia usaha, pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara keselamatan, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan operasi.

PHI meyakini kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan operasi hulu migas di Regional 3 Kalimantan.

“Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Perusahaan untuk terus mendukung keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi demi ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia,” pungkas Dony.

PT Pertamina Hulu Indonesia merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola kegiatan operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan, meliputi Zona 8, Zona 9, dan Zona 10.

Bersama anak perusahaan dan afiliasinya serta bekerja sama dengan SKK Migas, PHI juga menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, dan tanggap bencana.

Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus dukungan terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan kontribusi energi Kalimantan bagi kebutuhan nasional.(*)

Berita Terkait

Bedah Buku “NGAJI SUGIH”, Mengajak Masyarakat Menemukan Kekayaan Dari Dalam Diri
Tak Lagi Sekadar Kampanye, PHI Jadikan GEMAS DNA Baru Pelestarian Lingkungan
PT Pertamina EP Bunyu Field Gelar Sidak Tes Urine untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba
PHM Tuntaskan Program Handil Rejuvenation, Produksi Minyak Lapangan Handil Naik 5 Persen
Jejak Pengabdian Guru di Perbatasan Warnai Hari Pendidikan Nasional 2026
Pertamina EP Tarakan Field Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Melalui Edukasi Penanggulangan Kebakaran
PHKT Perkuat Kolaborasi dengan PPU, Bor Dua Sumur Baru di Lapangan Yakin untuk Tingkatkan Produksi Migas Nasional
Komisaris Pertamina Tinjau Operasi Hulu Migas dan Program Konservasi Orang Utan di Kalimantan Timur

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:06 WIB

Bedah Buku “NGAJI SUGIH”, Mengajak Masyarakat Menemukan Kekayaan Dari Dalam Diri

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:14 WIB

PHI Bergerak Hadapi Karhutla Kalimantan, Keselamatan Warga dan Lingkungan Jadi Prioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:18 WIB

Tak Lagi Sekadar Kampanye, PHI Jadikan GEMAS DNA Baru Pelestarian Lingkungan

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:48 WIB

PT Pertamina EP Bunyu Field Gelar Sidak Tes Urine untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:52 WIB

PHM Tuntaskan Program Handil Rejuvenation, Produksi Minyak Lapangan Handil Naik 5 Persen

Berita Terbaru

Yogyakarta

Di Balik Meriahnya Kustomfest 2026, Bengkel Kustom Menjerit

Minggu, 11 Okt 2026 - 14:16 WIB