Maraknya Peredaran Miras dan Narkoba, Warga Pesisir Gunungkidul Serukan Wisata Sehat
GERBANGPATRIOT.COM, Gunungkidul – Seruan darurat menggema dari pesisir selatan. Warga Kemadang menyatakan perlawanan terbuka terhadap maraknya peredaran minuman keras dan obat terlarang.
Mereka menilai, geliat pariwisata yang semestinya membawa berkah justru mulai “kebablasan” dan mengancam jati diri daerah.
“Pariwisata itu berkah, tapi jangan sampai jadi pintu masuk kehancuran moral,” tegas Abdurrahman salah satu tokoh warga dalam rembuk bersama.
Kenyataan di lapangan disebut kian mengkhawatirkan. Warga membeberkan sejumlah kasus yang mengguncang, mulai dari kecelakaan akibat mabuk hingga tragedi kematian bayi yang diduga terpapar zat berbahaya.
“Ini bukan cerita jauh, ini sudah terjadi di sekitar kita. Nyawa melayang sia-sia,” ujarnya.
Mereka juga menyoroti meningkatnya perkelahian dan pemuda yang terseret kasus hukum.
“Masa depan anak-anak kita dipertaruhkan,” lanjutnya.
Tak hanya itu, kawasan pesisir seperti jalur JJLS hingga perbatasan disebut rawan dijadikan titik distribusi. Dugaan lemahnya penegakan hukum pun ikut disorot.
“Kami mendengar ada laporan warga yang mandek. Bahkan muncul isu adanya beking. Ini yang membuat masyarakat geram,” kata warga lainnya.
Ia menegaskan, kondisi ini tak bisa lagi dibiarkan. “Kalau dibiarkan, Kemadang bisa berubah jadi sarang maksiat.”
Sebagai respons, takmir masjid bersama pemuda dan elemen masyarakat mendeklarasikan gerakan perlawanan total.
Mereka menyerukan penolakan tegas terhadap miras, narkoba, hingga praktik yang dianggap merusak moral.
“Kami satu suara: Gunungkidul harus jadi wisata sehat tanpa miras,” tegas pernyataan deklarasi. Aksi nyata pun disiapkan, mulai dari pemasangan banner hingga pengawasan aktif oleh warga.
“Kami tidak akan diam lagi,” ujar mereka.
Warga pun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut bergerak.
Mereka menekankan bahwa ini bukan sekadar persoalan hukum, tetapi “perang moral” demi masa depan generasi.
“Jangan takut melapor. Ketakutan kita justru jadi kekuatan bagi para pengedar,” kata salah satu tokoh.
Seruan ditutup dengan pesan kuat: “Mari rapatkan barisan. Gunungkidul harus tetap aman, sehat, dan bermartabat.”
(waw)

